Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Cinta Terindah

“Maukah kamu bertemu denganku dimalam tahun baru nanti?” Email tanpa subjek itu menarik perhatian. Aku melihat kembali nama si pengirim cuma tiga huruf Rio namun tiga huruf itu sudah cukup membuat jantungku berdetak sepuluh kali lebih cepat. “Arrgggh.!!” Teriakku frustasi, jari-jariku menari-nari lebih tepatnya mencoret-coret dan memberi tanda silang di atas tulisan yang satu paragraf pun belum selesai. Aku menutup buku catatan dan menaruh pulpen ke dalamnya untuk ku lempar jauh-jauh dari pandanganku. “Bukk!!” Buku dan pulpen tersebut kemudian jatuh di atas kasur. Sambil berguling-guling aku menghampiri kasur, yah di kamar kost yang sempit dan kecil ini memang hanya ada kasur dan sebuah meja kecil untuk menulis tidak cukup tempat tidur menampung kasur sebagai alas sehingga kasur itu hanya bisa pasrah tergeletak di atas lantai. Aku memijit-mijit kepalaku sambil bergumam “Ayo dong Danish, kamu pasti bisa!”. Aku menyemangati diriku sendiri. Oia, kenalkan namaku Danisha, orang-orang meman…

TITIK BALIK (PART 2)

Benar-benar diluar perkiraan, itu yang saya alami. Setelah menghadiri acara Blog Gathering yang diadakan IIDN dan Manulife serta diberi kesempatan untuk bertemu dengan Mba Dinda Nawangwulan seorangsurvivor breast cancer, saya pun jadi tergerak menuliskan kisah Titik Balik saya diaplikasi yang disediakan oleh Fanpage Manulife. Entah mengapa melihat ketegaran dan keberanian Mba Dinda di acara tersebut membuat saya termotivasi untuk menulis walau ada rasa ragu ketika ingin menuliskan pengalaman saya ke fanpage tersebut. Tapi saya pun menguatkan diri sendiri bahwa apa yang saya tulis semata-mata untuk berbagi pengalaman dengan orang lain dan mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi untuk membuat suatu perubahan yang lebih baik. 2 hari setelah menuliskan pengalaman di fanpage Manulife tiba-tiba ada panggilan tidak dikenal di hp saya. Nomor Jakarta !? Perasaan lagi gaapplybuat kerjaan deh, batin saya saat itu. Sedikit ragu-ragu saya menjawab panggilan tersebut. "Halo.. Dengan Mba Yulia?&quo…

Antara Doa Ibu dan Doa Anak

Kalau sedang menyusun tugas akhir rasa-rasanya banyak sekali godaannya, seperti fb-an, chat online, membaca blog orang lain, twitteran, path sampai ngintip-ngintip untuk melihat milis grup. Seperti semalam, tepat pukul 00.10 lewat saya menyempatkan untuk melihat milis grup. Namun intipan kali ini membawa manfaat, kebetulan alumni yang sedang bekerja diluar negeri mempostingkan kembali sebuah cerita yang menyentuh, yaitu perbedaan antara doa seorang ibu dengan doa seorang anak yang diambil dari kompas. Pada cerita tersebut diceritakan seorang anak yang mengalami kecelakaan amat parah hingga para dokter pun angkat tangan. Namun dengan kegigihan dan kasih sayang seorang ibu, ibu itu bertahan dan meyakini kalau anaknya akan sembuh hingga sediakala. Maka tiap malam si ibu terus berdoa mengetuk pintu rahmat dan kasih sayang ALLAH SWT demi kesembuhan putranya. ALLAH SWT pun menunjukkan kebesarannya dengan mengabulkan doa si ibu. Putra ibu tersebut sembuh, sehat seperti sediakala bahkan mempu…