Langsung ke konten utama

#SundaySharing 3 "Public Speaking"

Jujur, awal-awalnya ga tau apa itu SundaySharing, maklum sebagai blogger pemula dan juga mahasiswi tingkat akhir yang disibukkan dengan penelitian sehingga belum lama malang melintang didunia per-bloggeran (tsah.. ). Untung ada teman sesama blogger yang jam terbangnya lebih lama menjelaskan apa itu SundaySharing. Ia Alginat menjelaskan kalau SundaySharing itu acaranya para blogger bertukar pikiran dalam ilmu perbloggeran. Sebut saja #SundaySharing 1 yang bertema mencari uang lewat blog dan #SundaySharing 2 tentang SEO, dan untuk #SundaySharing 3 ini mengambil tema “Public Speaking”. Wuaaah.. tema yang kudu, harus, wajib diikutin itu yang ada diotak saya ketika membaca undangan dari mba Melly dan blognya mas Imawan. Kenapa wajib diikutin? Karena beberapa kali presentasi apapun itu baik pekerjaan maupun hasil penelitian hasilnya kurang maksimal karena kegugupan saya membuat apa-apa yang mesti diucapkan menguap, hilang begitu saja. Salah satu contoh, saya harus mempresentasikan proposal saya dalam waktu 15 menit di hadapan para dosen namun karena gugup saya hanya mempresentasikannya dalam waktu 5 menit. Hasilnya? Tentu saja berantakan karena materi yang saya sampaikan tidak tersampaikan dengan baik sehingga jadi boomerang buat saya karena para dosen tidak mengerti dengan apa yang saya sampaikan.
Dengan alasan di atas  maka jadilah saya peserta #SundaySharing 3 yang diadakan tanggal 16 Februari 2014 ditemani Ia Alginat yang ternyata peserta #SundaySharing 3 juga. Peserta-peserta yang hadir begitu beragam. Ada yang blogger, reporter maupun orang awam dan yang hebatnya lagi ada peserta yang sepuh bahkan ada peserta yang datang dari Garut demi untuk mengikuti #SundaySharing 3 ini (Salut!).



Beberapa wajah saya kenali karena merupakan anggota dari komunitas yang sama. Selebihnya merupakan wajah-wajah yang asing buat saya (lupa dimintain cpnya karena terkesima sama para pembicaranya ^^ ..).  Dalam #SundaySharing 3 ini ada dua orang luar biasa yang didapuk untuk menjadi narasumber yaitu Mba Edrida Pulungan dan Mas Karel Anderson. Berlebihankah jika dibilang luar biasa? Saya dengan pasti bilang ngga, karena segudang ilmu yang mereka berikan kepada para peserta. Mba Edrida yang menjadi narasumber pertama  memiliki prestasi dalam public speaking baik skala nasional dan internasioal. Dengan penyampaiannya yang luwes, penuh senyum dan menarik Mba Edrida berbagi  pengalaman dan tips untuk menjadi public speaker harus memiliki kata kunci (mantra kalau kata Mba Edrida), harus memiliki wawasan  tentang apa yang disampaikan serta relaks dalam penyampaiannya. Dari 3 tips tersebut  Mba Edrida memilih 14 peserta (termasuk saya) untuk maju kedepan hal ini bertujuan untuk melatih ke 14 peserta menjadi public speaker karena dibutuhkan banyak latihan dan keberanian untuk menjadi public speaker yang hebat. Dari ke-14 peserta ini muncullah 14 kata mantra yang memotivasi untuk berbicara di depan umum.  Ada daun, share, berani, maju, mengapa, nikmati, luar biasa, desa, iqra, kata, lupus, dream, move on dan virus. Dari ke-14 kata mantra itu sukses membuat kami untuk berbicara di depan para peserta yang lain.
Narasumber kedua Mas Karel Anderson juga tidak kalah hebatnya sebagai public speaker , Mas Karel yang merupakan Comunity Development di detikcom berbagi pengalaman dan tentu saja tips yang dinamai Rahasia Ngawur (Katanya sih dinamai ngawur biar kalau salah ga disalahkan karena ngawur  ^^) Ada 9 tips yang dibagikan oleh Mas Karel yang bisa dilihat disini. Selain tips yang dibagikan Mas Karel  memberikan masukan kepada para peserta ketika berbicara di depan tadi. Salah satu contoh cara megang mic yang relaks agar tidak mengganggu ketika bergerak begitu juga posisi berdiri dan posisi tangan  yang baik. Sesi terakhir pun diakhiri dengan sebuah permainan kata-kata yang diawali oleh Mas Karel yang dilanjutkan oleh para peserta. Dari permainan tersebut berhasil meminimalisir kekurangan para peserta ketika berbicara dan tidak terasa selama 6 jam saya beserta para peserta yang lain berada di gedung Aldevco Octagon lt. 4 tidak sedikit pun merasa bosan. Malahan saya dan peserta yang lain merasa kurang kalau saja tidak diingatkan akan aktifitas keesokan harinya. Diujung acara diadakan pemilihan ketua kelas untuk mengepalai #SundaySharing 4 dan Ia Alginat orang yang beruntung menjadi ketua kelas (Selamat ya Ia). 
Beruntung saya memutuskan untuk ikut #SundaySharing 3 sehingga bisa mendapatkan ilmu yang berharga ini dan bocorannya nih untuk #SundaySharing 4 tetap mengambil tema “Public Speaking” (Horeee jadi bisa ngelancarin ^^ )Terimakasih banyak untuk Mba Edrida, Mas Karel yang meluangkan waktu untuk berbagi ilmu serta Blog Detik yang meluangkan tempat.
Mba Edrida lagi menjelaska tentang "Mantra" nih
Mas Karel sedang berbagi tipsnya nih

14 peserta dengan 14 kata mantra ^^
berfoto-foto selepas acara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilih Uber atau GrabCar?

Hayo.. pasti bingung mau pilih Uber atau GrabCar, keduanya merupakan aplikasi yang memudahkan pelanggan dalam sarana transportasi, dan sekaligus paling banyak digunakan karena kemudahannya serta harga yang tidak menguras kantong. Tapi sebagai konsumen ga ada salahnya kalau kita memilih yang terbaik dan nyaman. Sebelumnya saya suka sekali menggunakan aplikasi GrabCar, tapi sejak Uber bisa digunakan dengan pembayaran cash, saya jadi tertarik untuk mencobanya.




Jadi kali ini saya ingin membahas kedua aplikasi ini dari segi konsumen, dan tulisan ini bukan iklan ya, murni user experience aja ^^.

1. Promo
Baik Uber maupun GrabCar, keduanya mengeluarkan promo gratis dengan membagikan kode unik untuk menarik pengguna baru menggunakan aplikasi ini. GrabCar memiliki promo gratis berupa saldo dimulai dari Rp.30000. Sedangkan untuk Uber, promo yang didapat dimulai dari Rp.75000. Mungkin karena rejeki anak sholeha, minggu lalu saat saya memasukan kode promo Uber yang dibagikan oleh teman, saya mend…

5 Drama Jepang paling berkesan di Indonesia

Drama jepang atau yang dikenal dengan dorama, mempunyai sejarah panjang di Indonesia. Masuk ke Indonesia pada awal 80 dan awal tahun 90 yang disiarkan oleh TV Nasional,  dorama sukses merebut hati para pecinta drama di Indonesia. Alur dan akhir cerita yang ngga biasa, akting para aktris dan aktor, pakaian, lagu pengisi drama hingga ketampanan serta kecantikan para pemainnya mampu merebut hati para penikmat drama di Indonesia yang menjadi idola saat itu.

Ga usah lama-lama narasinya ^^ ini 5 Drama Jepang paling berkesan di Indonesia versi saya
1. Tokyo Love Story                 Bercerita tentang seorang pemuda pemalu bernama Kanji Nagao (Yuji Oda) yang berkerja di Tokyo. Di tempat kerjanya, ia bertemu dengan Rika Akana (Honami Suzuki) yang ceria dan energik. Pertemuannya dengan Rika, selain mengubah hidup Kanji, juga menjadikan Kanji menjadi lebih berani dalam memilih jalan hidupnya.

2. Long Vacation                 Dorama ini ceritanya unik banget menurut saya, soalnya bercerita ten…

IKJ DAY 2016 : Dua Hari Menjadi Mahasiswa IKJ

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 22-23 Maret saya mengikuti workshop yang diadakan oleh IKJ. Workshop kali ini diadakan dalam rangka “Open House” IKJ yang sudah berlangsung dari tahun 2014 kali ini “Open House” dinamakan IKJ Day. Tiap-tiap fakultas seperti, Fakultas Seni Pertunjukkan, Fakultas Film dan Televisi (FFTV) dan Fakultas Seni Rupa (FSR), serempak melakukan kegiatan IKJ Day yang diadakan pada tanggal 22-23 Maret 2016.


Saya dan teman-teman blogger sebagai peserta dari Blogger Crony mengikuti workshop IKJ dari Fakultas Seni Rupa. Ada 12 workshop yang diadakan oleh Fakultas Seni Rupa IKJ yaitu

1.Workshop Tekstil (Tie Dye) dengan instruktur Siti Indriani CH, S.Sn
2.Workshop Keramik (membuat cangkir gelas) dengan instruktur Tri Wahyuni H, S.Sn
3.Workshop Desain Asesoris (Recycle Asesoris) dengan instruktur Erlien Yudianti
4.Workshop Food Fotografi (teknik memotret makanan dengan HP) dengan instruktur Rangga Samiaji
5.Workshop Cukil Kayu dengan instuktur Deny Rusanto
6.Worksho…

Cerita Dibalik Bom Bali Tahun 2002 & 2005

Meski sudah berlalu cukup lama, kita semua pasti masih ingat kisah sedih yang terjadi di Kuta dan Jimbaran  Bali.  Pengeboman di Bali tahun 2005 yang terjadi pada 1 Oktober  itu terjadi sebanyak tiga kali pengeboman. Satu di Kuta dan dua di Jimbaran, peristiwa ini menelan korban tewas sebanyak 23 orang dan luka-luka sebanyak 196 orang. Sebenarnya tahun 2002 serangan bom serupa pernah juga terjadi di Bali dan  menewaskan 202 orang yang memakan korban baik warga lokal maupun asing.



Kejadian ini tidak hanya menjadi musibah dan duka masyarakat Bali tapi juga musibah dan duka Indonesia serta negara asing yang warganya ikut menjadi korban. Untuk mengingat peristiwa sedih itu maka didirikan monumen atau tugu peringatan bom Bali di Legian-Kuta. Kebetulan Tugu ini tidak jauh jaraknya dari Harper Kuta, hotel berbintang empat yang  berada di jalan Legian 73 – Kuta, sekitar 0.12 km, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Selain itu Harper Kuta juga tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai Int'l, y…

Blogger Mengenal JKN Part 2

Kalau minggu lalu saya udah posting tentang Apa Itu JKN? (Jaminan Kesehatan Nasional) di Blogger Mengenal JKN Part 1. Sekarang saya mau cerita tentang pembuatan JKN di BPJS kesehatan dan Fasilitas Kesehatan disingkat Faskes yang bisa menerima kartu JKN.

Setelah semalam saya dan teman-teman blogger mencharge ilmu dari Ira Koesno tentang Public Speaking, paginya kami bersiap-siap untuk segera kunjungan ke kantor BPJS Kesehatan setempat. Kami terbagi menjadi 2 grup dan saya masuk ke grup 2.