Langsung ke konten utama

Back To The Past : Welcome To The Ice Age



Apa jadinya jika manusia moderen terperangkap di jaman es? Terkejut, takut atau mungkin tertarik dan tertantang untuk menaklukannya? Kebalikan dengan film yang dimainkan Micheal. J Fox, dimana kita bisa mengintip masa depan, kali ini kita diajak untuk mencoba menjadi manusia prasejarah dengan memasuki wahana yang disebut Ice Age. Ice Age adalah film animasi petualangan yang diperani  Sid si Kukang, Manny si Mamoth dan Diego si Harimau kutub pada zaman es. Ke-3 tokoh utama itulah yang menjadi inspirasi bagi DUFAN  dan dijadikan wahana terbaru yang amat sangat ditunggu oleh pengunjung setia DUFAN.


Sid, Manny and Diego




Wahana Ice Age: Artic’s Adventure di DUFAN ini merupakan rangkuman perjalanan dari keempat film Ice Age yang rilis dari 2002-2012, seperti Ice Age (2002), Ice Age: Melt Down (2006), Ice Age : Dawn of the Dinosaurs (2009) dan Ice Age : Continental Drift (2012). Menurut bapak Winarto (Direktur PT. Pembangunan Jaya) wahana Ice Age yang dibuat dari tahun 2012 ini dan bekerja sama dengan 20th Century Fox, merupakan satu-satunya wahana indoor di Indonesia yang memiliki panjang lintasan 365 meter. Bapak Winarto sendiri menjanjikan pengunjung akan menemukan sensasi dan pengalaman baru yang berbeda ketika mencoba wahana ini. Harley Boston (Vice President White Water West Canada) juga menambahkan bahwa wahana Ice Age di DUFAN sendiri terbesar di Asia dan lebih bagus serta lebih menegangkan dibandingkan Movie Park di Jerman. Dengan adanya Wahana Ice Age : Artic’s Adventure ini pihak DUFAN berharap akan menambahkan keceriaan dan kebahagian bagi pengunjung setia DUFAN dan menjadi pilihan utama serta melengkapi dari 26 wahana DUFAN yang ada.


Winarto Direktur PT. Pembangunan Jaya


Harley Boston perwakilan dari White Water West Canada

Dipandu oleh Fitri Tropica dan Deryansyah sebagai MC, menambah keceriaan selama konferensi pers.


Sesi tanya jawab 



Deryansyah dan Fitrop





Setelah konferensi pers, kemudian acara dilanjutkan dengan pembukaan wahana Ice Age: Artic’s Adventure oleh Bapak Gatot Setya Waluyo selaku DIRUT PT. Pembangunan Jaya Ancol. Menurut Bapak Gatot, wahana keluarga ini bisa menjadi wahana yang menghibur sekaligus mengedukasi keluarga terutama anak-anak dalam hal perubahan iklim.


Marching Band ikut memeriahkan pembukaan wahana Ice Age



Manusia purba ikutan flashmob ^^



Wahana Ice Age resmi dibuka. sumber foto klik disini


Welcome To The Ice Age

Bisa menjadi salah satu orang yang beruntung mencoba wahana Ice Age ini membuat saya deg-degan sekaligus penasaran. Soalnya menurut Bapak Jaya Winarto wahana ini tidak disarankan bagi yang mempunyai riwayat penyakit jantung dan ibu hamil. Ok, aman dong yah secara saya ga punya riwayat penyakit jantung dan bukan ibu hamil pula walau body kayak ibu hamil ^^.



foto-foto dulu sebelum masuk wahana ^^



Setelah secara resmi wahana Ice Age dibuka oleh Bapak Gatot Setya Waluyo dan jajaran Direksi lainnya. Saya, teman-teman dari BRId (Blogger Reporter Indonesia) dan para tamu undangan memasuki wahana Ice Age ini. Memasuki lorong yang gelap dan dingin, seolah memasuki gua pada jaman purba. Saat itu sempat berpikir mudah-mudahan ga ada yang nyolek-nyolek atau tiba-tiba benda keluar untuk mengagetkan (Parno soalnnya ^^).
Gerbang Utama dari Wahana Ice Age
Setelah berjalan beberapa lamanya kami sampai juga di pintu masuk. Saya pikir saat itu kami sudah akan memasuki wahana. Ternyata kami memasuki semacam ruang teater. Di ruang itu ada dua orang pemandu yang menjelaskan tata tertib yang harus dipatuhi sebelum kami memulai wahana ini, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film dimana Sid si kukang menjelaskan perjalanan yang akan saya dan teman-teman BRId lalui.



Pemandu wahana yang menjelaskan tata tertib

Setelah Sid si kukang selesai memberikan penjelasan kami memasuki sebuah pintu (lagi) dan sialnya saya jadi terpisah dari teman-teman BRId karena sebelum memasuki pintu tersebut kami dibagi dua barisan. Untung saya masih melihat Bang Nur dan Mba Yulia Rachamawati dalam rombongan saya jadi tidak terlalu khawatir ketika permainan di wahana Ice Age ini akan dimulai. Kemudian kami memasuki pintu terakhir penjaga wahana di Ice Age meminta kami membuat satu barisan yang terdiri dari 4 orang. Setelah kami membuat barisan, sebuah perahu meluncur datang mendekati kami. Saat itu saya menyadari ada sedikit kemiripan dengan Istana Boneka namun tentu saja wahana Ice Age lebih menegangkan.
Niat saya sih ingin seperti Kisti salah satu pengunjung setia DUFAN yang beruntung diundang bersama teman-temannya karena merekam aksi mereka dalam mencoba setiap wahana yang ada di DUFAN dan mengunggahnya di Youtube. Tapi, batal deh karena kamera yang saya gunakan tidak tahan air. Pas duduk diperahu  dan perahu berjalan dilintasan,  saya berharap mudah-mudahan ga ada hal yang menegangkan. Tapiiii.... saya salah saudara-saudara belum apa-apa saya saya dan penumpang lain ikut berteriak karena kaget. Kalau dihitung kira-kira ada 3 hal yang mengagetkan selama berada dilintasan kalau mau tau silahkan klik disini.
Setelah puas melewati lintasan Ice Age dengan perahu, ternyata ketemu wahana lain. Mirip perahu kora-kora tapi perahu yang ini dinamai Kontiki. Bedanya kalau kora-kora diayun ke atas dan ke bawah sedangkan Kontiki tidak hanya diayun ke atas dan ke bawah tapi juga diputar searah jarum jam maupun sebaliknya. Tips dari saya kalau mau naik Kontiki duduk di bagian tengah ya biar ga pusing ^^. Bagi yang ngga berani untuk naik kontiki ini, disediakan tempat menunggu sambil menonton film dari Ice Age dan tempat makan.



Wahana lain di dalam  wahana Ice Age



Oia, untuk menikmati wahana Ice Age ini cukup mengeluarkan uang Rp. 260.000,00 bisa untuk semua wahana dan selama 1 tahun loh. Jadi bisa sering-sering kesini dengan teman dan keluarga ketika akhir pekan. Selamat berpetualang menikmati jaman es ya ^^. #IniDufanKami #NeverEndingFun #MemorableMoment

Note : tulisan ini diikutsertakan lomba blog "Ini Dufan Kami"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilih Uber atau GrabCar?

Hayo.. pasti bingung mau pilih Uber atau GrabCar, keduanya merupakan aplikasi yang memudahkan pelanggan dalam sarana transportasi, dan sekaligus paling banyak digunakan karena kemudahannya serta harga yang tidak menguras kantong. Tapi sebagai konsumen ga ada salahnya kalau kita memilih yang terbaik dan nyaman. Sebelumnya saya suka sekali menggunakan aplikasi GrabCar, tapi sejak Uber bisa digunakan dengan pembayaran cash, saya jadi tertarik untuk mencobanya.




Jadi kali ini saya ingin membahas kedua aplikasi ini dari segi konsumen, dan tulisan ini bukan iklan ya, murni user experience aja ^^.

1. Promo
Baik Uber maupun GrabCar, keduanya mengeluarkan promo gratis dengan membagikan kode unik untuk menarik pengguna baru menggunakan aplikasi ini. GrabCar memiliki promo gratis berupa saldo dimulai dari Rp.30000. Sedangkan untuk Uber, promo yang didapat dimulai dari Rp.75000. Mungkin karena rejeki anak sholeha, minggu lalu saat saya memasukan kode promo Uber yang dibagikan oleh teman, saya mend…

5 Drama Jepang paling berkesan di Indonesia

Drama jepang atau yang dikenal dengan dorama, mempunyai sejarah panjang di Indonesia. Masuk ke Indonesia pada awal 80 dan awal tahun 90 yang disiarkan oleh TV Nasional,  dorama sukses merebut hati para pecinta drama di Indonesia. Alur dan akhir cerita yang ngga biasa, akting para aktris dan aktor, pakaian, lagu pengisi drama hingga ketampanan serta kecantikan para pemainnya mampu merebut hati para penikmat drama di Indonesia yang menjadi idola saat itu.

Ga usah lama-lama narasinya ^^ ini 5 Drama Jepang paling berkesan di Indonesia versi saya
1. Tokyo Love Story                 Bercerita tentang seorang pemuda pemalu bernama Kanji Nagao (Yuji Oda) yang berkerja di Tokyo. Di tempat kerjanya, ia bertemu dengan Rika Akana (Honami Suzuki) yang ceria dan energik. Pertemuannya dengan Rika, selain mengubah hidup Kanji, juga menjadikan Kanji menjadi lebih berani dalam memilih jalan hidupnya.

2. Long Vacation                 Dorama ini ceritanya unik banget menurut saya, soalnya bercerita ten…

IKJ DAY 2016 : Dua Hari Menjadi Mahasiswa IKJ

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 22-23 Maret saya mengikuti workshop yang diadakan oleh IKJ. Workshop kali ini diadakan dalam rangka “Open House” IKJ yang sudah berlangsung dari tahun 2014 kali ini “Open House” dinamakan IKJ Day. Tiap-tiap fakultas seperti, Fakultas Seni Pertunjukkan, Fakultas Film dan Televisi (FFTV) dan Fakultas Seni Rupa (FSR), serempak melakukan kegiatan IKJ Day yang diadakan pada tanggal 22-23 Maret 2016.


Saya dan teman-teman blogger sebagai peserta dari Blogger Crony mengikuti workshop IKJ dari Fakultas Seni Rupa. Ada 12 workshop yang diadakan oleh Fakultas Seni Rupa IKJ yaitu

1.Workshop Tekstil (Tie Dye) dengan instruktur Siti Indriani CH, S.Sn
2.Workshop Keramik (membuat cangkir gelas) dengan instruktur Tri Wahyuni H, S.Sn
3.Workshop Desain Asesoris (Recycle Asesoris) dengan instruktur Erlien Yudianti
4.Workshop Food Fotografi (teknik memotret makanan dengan HP) dengan instruktur Rangga Samiaji
5.Workshop Cukil Kayu dengan instuktur Deny Rusanto
6.Worksho…

Cerita Dibalik Bom Bali Tahun 2002 & 2005

Meski sudah berlalu cukup lama, kita semua pasti masih ingat kisah sedih yang terjadi di Kuta dan Jimbaran  Bali.  Pengeboman di Bali tahun 2005 yang terjadi pada 1 Oktober  itu terjadi sebanyak tiga kali pengeboman. Satu di Kuta dan dua di Jimbaran, peristiwa ini menelan korban tewas sebanyak 23 orang dan luka-luka sebanyak 196 orang. Sebenarnya tahun 2002 serangan bom serupa pernah juga terjadi di Bali dan  menewaskan 202 orang yang memakan korban baik warga lokal maupun asing.



Kejadian ini tidak hanya menjadi musibah dan duka masyarakat Bali tapi juga musibah dan duka Indonesia serta negara asing yang warganya ikut menjadi korban. Untuk mengingat peristiwa sedih itu maka didirikan monumen atau tugu peringatan bom Bali di Legian-Kuta. Kebetulan Tugu ini tidak jauh jaraknya dari Harper Kuta, hotel berbintang empat yang  berada di jalan Legian 73 – Kuta, sekitar 0.12 km, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Selain itu Harper Kuta juga tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai Int'l, y…

Blogger Mengenal JKN Part 2

Kalau minggu lalu saya udah posting tentang Apa Itu JKN? (Jaminan Kesehatan Nasional) di Blogger Mengenal JKN Part 1. Sekarang saya mau cerita tentang pembuatan JKN di BPJS kesehatan dan Fasilitas Kesehatan disingkat Faskes yang bisa menerima kartu JKN.

Setelah semalam saya dan teman-teman blogger mencharge ilmu dari Ira Koesno tentang Public Speaking, paginya kami bersiap-siap untuk segera kunjungan ke kantor BPJS Kesehatan setempat. Kami terbagi menjadi 2 grup dan saya masuk ke grup 2.