Langsung ke konten utama

Starbucks Goes To Museum

Mau minum kopi sambil mengenal museum? Kayaknya belum ada ya kecuali Starbucks. Kali ini Starbucks membuat program Starbucks Goes To Museum untuk mengenal sejarah tentang museum dan Stasiun Kota. Program ini sendiri sudah berjalan sejak tahun 2008.

Bertempat di Starbucks Stasiun Kota rancangan Ghijsels, kami diajak untuk mengenal museum sambil meminum kopi. Uniknya Starbucks yang ada di Stasiun Kota dan berdiri sejak 17 Mei 2014, tidak mengubah asitektur dari stasiun. Selain itu interior dari Starbucks yang bergaya Art deco membuatnya semakin unik dan klasik.







Ga tanggung-tanggung, pihak Starbucks juga mengundang ahli sejarah dari Stasiun Kota agar kami mengenali tentang sejarah dari Stasiun Kota dan beberapa bangunan museum. Oia, sebelum diberi penjelasan kami mencoba kopi dari Sumatera dan cara membuat serta tips yang baik dalam menyeduh kopi. Biasanya nih tiap-tiap barista (yang biasanya saya alami kalau berkunjung ke Starbucks) akan memberikan coffe seminar pada pengunjung baru.

Coffe seminar merupakan panduan dalam menikmati kopi, dari coffe seminar kemarin kami diajari cara-cara terbaik meminum kopi. Yang pertama adalah menghirup aroma dari kopi yang telah diseduh, yang kedua adalah meminum kopi ketika kopi tersebut masih dalam keadaan panas.

Kenapa harus dalam keadaan panas? Soalnya untuk beberapa jenis kopi, misal Kati-Kati Blend ketika dalam keadaan dingin rasa asamnya menjadi lebih kuat sehingga kurang enak untuk diminum. Untuk meminimalisir rasa panas dari kopi, usahakan ada udara yang masuk ketika meminum kopi sehingga tidak terlalu panas.

Makanya jangan heran ya kalau suatu saat mendengar suara dari penikmat kopi ketika sedang meminum kopi ^^. Yang terakhir, minum kopi dengan ditemani yang manis kayak saya (ditimpuk sama yang baca heheheh..) Maksudnya, meminum kopi dengan camilan yang manis, karena untuk sebagian orang ada yang tidak tahan dengan pahitnya kopi oleh karena itu dibutuhkan penetralisir seperti camilan yang manis.

Oia, tips tambahan nih dari Mas Erick, Barista Starbucks yang memberikan coffe seminar yaitu gunain air panas kira-kira 91°C untuk menyeduh kopi dan diamkan beberapa menit agar terekstrak dengan baik. Terus, kalau menggunakan biji kopi yang bertekstur kasar cocok untuk dijadikan kopi Esspreso sedangkan jika teksturnya halus cocok untuk Latte. Setelah kami puas menerima coffe seminar, kami bersiap-siap untuk mengelilingi stasiun.



Mas Erick ini nih yang kasih coffe seminar ^^


Tertarik? Yuk, transaksi menggunakan kartu Starbucks setiap hari kamis untuk mendapatkan 2 voucher untuk ke museum dan jangan lupa untuk mengunjungi Starbucks yang berada di Stasiun Kota ya ^^.



Ditemani dengan yang manis ^^


Mba Rheysa dan Mas Kartum 


Tips segede gaban untuk membuat kopi yang enak plus penyimpanannya, jadi ga usah modus ke baristanya yaaa ^^


Voucher yang akan didapat jika bertransaksi menggunakan kartu Starbucks


Barista-barista ini nih yang meracik kopi hingga menjadi kopi yang nikmat ^^


foto bersama blogger dan barista

Komentar

  1. Menarik nih idenya Starbucks :) boleh deh kapan-kapan mampir ^^

    modimelodi | A blog by Moudy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk mba cobain hehehe.. makasih ya udah mampir :D

      Hapus
  2. Balasan
    1. Masih banyak mba , cukup jadi koleksi pribadi hihihi... ^^

      Hapus
  3. haha senyum-senyum baca kopi pahi harrus ada penyeimbangnya yang manis :D ..... Mbak Yuri sudah terbiasa ya ngupi2 cantik di Starbucks...seru dan ramee habis, ngumpul barengnya, apalagi dapat pengetahuan tentang kopi dan sejarah Stasiun Kota, dan tidak lupa pula mengenyangkan haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha.. jadi malu saya ^^ makasih mas sudah berkunjung

      Hapus

Posting Komentar

Bagi teman - teman yang selesai membaca, terima kasih untuk komentarnya. Author, amat menghargai saran dan kritik setelah membaca blog ini. Salam ^^

Postingan populer dari blog ini

Pilih Uber atau GrabCar?

Hayo.. pasti bingung mau pilih Uber atau GrabCar, keduanya merupakan aplikasi yang memudahkan pelanggan dalam sarana transportasi, dan sekaligus paling banyak digunakan karena kemudahannya serta harga yang tidak menguras kantong. Tapi sebagai konsumen ga ada salahnya kalau kita memilih yang terbaik dan nyaman. Sebelumnya saya suka sekali menggunakan aplikasi GrabCar, tapi sejak Uber bisa digunakan dengan pembayaran cash, saya jadi tertarik untuk mencobanya.




Jadi kali ini saya ingin membahas kedua aplikasi ini dari segi konsumen, dan tulisan ini bukan iklan ya, murni user experience aja ^^.

1. Promo
Baik Uber maupun GrabCar, keduanya mengeluarkan promo gratis dengan membagikan kode unik untuk menarik pengguna baru menggunakan aplikasi ini. GrabCar memiliki promo gratis berupa saldo dimulai dari Rp.30000. Sedangkan untuk Uber, promo yang didapat dimulai dari Rp.75000. Mungkin karena rejeki anak sholeha, minggu lalu saat saya memasukan kode promo Uber yang dibagikan oleh teman, saya mend…

5 Drama Jepang paling berkesan di Indonesia

Drama jepang atau yang dikenal dengan dorama, mempunyai sejarah panjang di Indonesia. Masuk ke Indonesia pada awal 80 dan awal tahun 90 yang disiarkan oleh TV Nasional,  dorama sukses merebut hati para pecinta drama di Indonesia. Alur dan akhir cerita yang ngga biasa, akting para aktris dan aktor, pakaian, lagu pengisi drama hingga ketampanan serta kecantikan para pemainnya mampu merebut hati para penikmat drama di Indonesia yang menjadi idola saat itu.

Ga usah lama-lama narasinya ^^ ini 5 Drama Jepang paling berkesan di Indonesia versi saya
1. Tokyo Love Story                 Bercerita tentang seorang pemuda pemalu bernama Kanji Nagao (Yuji Oda) yang berkerja di Tokyo. Di tempat kerjanya, ia bertemu dengan Rika Akana (Honami Suzuki) yang ceria dan energik. Pertemuannya dengan Rika, selain mengubah hidup Kanji, juga menjadikan Kanji menjadi lebih berani dalam memilih jalan hidupnya.

2. Long Vacation                 Dorama ini ceritanya unik banget menurut saya, soalnya bercerita ten…

IKJ DAY 2016 : Dua Hari Menjadi Mahasiswa IKJ

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 22-23 Maret saya mengikuti workshop yang diadakan oleh IKJ. Workshop kali ini diadakan dalam rangka “Open House” IKJ yang sudah berlangsung dari tahun 2014 kali ini “Open House” dinamakan IKJ Day. Tiap-tiap fakultas seperti, Fakultas Seni Pertunjukkan, Fakultas Film dan Televisi (FFTV) dan Fakultas Seni Rupa (FSR), serempak melakukan kegiatan IKJ Day yang diadakan pada tanggal 22-23 Maret 2016.


Saya dan teman-teman blogger sebagai peserta dari Blogger Crony mengikuti workshop IKJ dari Fakultas Seni Rupa. Ada 12 workshop yang diadakan oleh Fakultas Seni Rupa IKJ yaitu

1.Workshop Tekstil (Tie Dye) dengan instruktur Siti Indriani CH, S.Sn
2.Workshop Keramik (membuat cangkir gelas) dengan instruktur Tri Wahyuni H, S.Sn
3.Workshop Desain Asesoris (Recycle Asesoris) dengan instruktur Erlien Yudianti
4.Workshop Food Fotografi (teknik memotret makanan dengan HP) dengan instruktur Rangga Samiaji
5.Workshop Cukil Kayu dengan instuktur Deny Rusanto
6.Worksho…

Cerita Dibalik Bom Bali Tahun 2002 & 2005

Meski sudah berlalu cukup lama, kita semua pasti masih ingat kisah sedih yang terjadi di Kuta dan Jimbaran  Bali.  Pengeboman di Bali tahun 2005 yang terjadi pada 1 Oktober  itu terjadi sebanyak tiga kali pengeboman. Satu di Kuta dan dua di Jimbaran, peristiwa ini menelan korban tewas sebanyak 23 orang dan luka-luka sebanyak 196 orang. Sebenarnya tahun 2002 serangan bom serupa pernah juga terjadi di Bali dan  menewaskan 202 orang yang memakan korban baik warga lokal maupun asing.



Kejadian ini tidak hanya menjadi musibah dan duka masyarakat Bali tapi juga musibah dan duka Indonesia serta negara asing yang warganya ikut menjadi korban. Untuk mengingat peristiwa sedih itu maka didirikan monumen atau tugu peringatan bom Bali di Legian-Kuta. Kebetulan Tugu ini tidak jauh jaraknya dari Harper Kuta, hotel berbintang empat yang  berada di jalan Legian 73 – Kuta, sekitar 0.12 km, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Selain itu Harper Kuta juga tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai Int'l, y…

Blogger Mengenal JKN Part 2

Kalau minggu lalu saya udah posting tentang Apa Itu JKN? (Jaminan Kesehatan Nasional) di Blogger Mengenal JKN Part 1. Sekarang saya mau cerita tentang pembuatan JKN di BPJS kesehatan dan Fasilitas Kesehatan disingkat Faskes yang bisa menerima kartu JKN.

Setelah semalam saya dan teman-teman blogger mencharge ilmu dari Ira Koesno tentang Public Speaking, paginya kami bersiap-siap untuk segera kunjungan ke kantor BPJS Kesehatan setempat. Kami terbagi menjadi 2 grup dan saya masuk ke grup 2.