Festival Kuliner Serpong 2014 Di Summarecon Mal Serpong : Mengenal Kuliner dan Budaya dari Sulawesi


Rumah Adat Sulawesi Selatan : Tongkonan


Festival Kuliner Serpong 2014 di Summarecon Mal Serpong : Mengenal Kuliner dan Budaya dari Sulawesi. Rasanya tidak perlu bersusah payah ke Sulawesi jika ingin mengenal kuliner dan budaya Sulawesi karena Summarecon Mal Serpong telah menghadirkan Festival Kuliner Serpong 2014 dengan tema “Sulawesi Nyamanna’.. Pe Sadap” Bagi saya penyuka makanan, mencoba kuliner serta mengenal budaya dari Sulawesi merupakan hal yang baru dan menantang. 

Kabarnya sih, Ini tahun ke-4 Summarecon Mal Serpong mengadakan Festival Kuliner. Untuk tahun-tahun sebelumnya Summarecon Mal Serpong sendiri telah mengadakan Festival Kuliner Serpong dengan berbagai tema seperti “Jawa Sing Ngangeni” Pada tahun 2013, “Minang Nan Rancak” Pada tahun 2012 dan “Beauty of Bali” pada tahun 2011.
Hanya sedikit yang saya ketahui tentang kuliner dari Sulawesi, bisa dihitung dengan jari, seperti Ayam Rica-rica, coto makasar dan sop konro. Dengan hadirnya Festival Kuliner Serpong 2014 di Summarecon Mal Serpong yang dibuka dari tanggal 15 Agustus – 7 September 2013, menambah pengetahuan saya tentang kuliner khas dari Sulawesi. Karena ada 67 stand dan 27 gerobak yang mengikuti festival ini, 16 diantaranya langsung didatangkan dari Makassar, Manado dan Ujung Pandang. 


Beberapa  stand yang menjual makanan khas Sulawesi

Festival Kuliner Serpong 2014 di Summarecon Mal Serpong menggunakan kartu sebagai alat pembayaran dimana minimal pengisian kartu bisa dimulai dari Rp. 50.000. Tapi saran saya, lebih baik mengisi diatas Rp. 50.000 karena banyak pengunjung yang mengantri untuk mengisi kartu pembayaran.


Alat transaksi untuk Festival Kuliner Serpong. Sumber : rodamemn.wordpress.com

Pada saat pertama kali datang pada tanggal 23 Agustus, saya sedikit bingung ingin memulai mencicipi kuliner yang mana terlebih dahulu karena ramai dan padatnya pengunjung.



Ramainya antrian pengunjung untuk makan Coto Makasar Cotota

Karena ramainya antrian pengunjung dan penghuni diperut saya sudah tidak bisa diajak kompromi akhirnya saya memutuskan mencari kuliner khas Sulawesi yang lain. Sialnya, hampir semua stand kuliner khas Sulawesi penuh dengan antrian para pengunjung.


Pindah tempat pun ramai T_T
Melihat ramainya antrian membuat saya berpikir untuk melihat-lihat stand-stand yang lain berharap agar stand-stand yang dipadati pengunjung sudah tidak terlalu ramai. Mungkin karena tanggal 23 Agustus merupakan hari sabtu dan hari dimana untuk berakhir pekan dengan keluarga bisa dibilang tidak ada stand yang tidak ramai, semuanya dipenuhi pengunjung.


Tidak sabar mencicipi ikan rica-rica ya dik ^^

Selama berjalan-jalan ke stand lain saya menemukan booth tempat pakaian adat Sulawesi.

Lipa Sa’be Mandar (sarung sutra mandar), Sarung khas Bugis dan Makasar
Disini saya jadi mengetahui kalau kain sarung ini terbuat dari sutra dan ditentukan dari coraknya
Pakaian adat wanita dipadukan dengan lipa sa’be mandar
Berpindah ke sisi yang lain ke bagian tengah, saya menemukan panggung dalam bentuk kapal pinisi.
Panggung berbentuk kapal pinisi

Di panggung tersebut merupakan tempat pertunjukan Gading Night Carnival
Setelah beberapa saat menyaksikan atraksi Gading Night Festival, tidak berapa lama saya melihat peluncuran kembang api.

Sumber : Summarecon Mal Serpong

Puas menyaksikan kembang api, saya beranjak mengantri kembali di stand kuliner khas Sulawesi. Tapi bukannya menyurut, antrian pengunjung malah semakin banyak. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba kuliner khas daerah lain. Ternyata walau mengambil tema kuliner khas Sulawesi, pihak Summarecon tetap menghadirkan kuliner khas nusantara dari daerah lain seperti Medan, Padang, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Salah satu yang menyenangkan dari Festival Kuliner Serpong 2014 di Summarecon Mal Serpong ini adalah pihak Summarecon memperhatikan kebersihan dengan konsep “Bring Used Bottles!”. Dimana pengunjung diharapkan meminimalisir sampah botol dengan mengumpulkan 5 botol yang tidak terpakai. 

Dari 5 botol tersebut pengunjung akan mendapatkan sebuah recycle bag, dan berhak mendapatkan 1 kupon undian dan berkesempatan untuk mendapatkan hadiah berupa Blackberry Z3, voucher belanja di Summarecon Mal Serpong 500 ribu rupiah + voucher SDC 250 ribu rupiah, oucher belanja di Summarecon Mal Serpong 250 ribu rupiah + voucher SDC 250 ribu rupiah, yang akan diundi pada tanggal 7 September 2014  pukul 07.00 WIB.

Ikut berpartisipasi, semoga menang ^^

Tak terasa sudah waktunya untuk saya pulang mengingat jauhnya perjalanan (padahal belum puas) menuju Bogor. Dengan sisa saldo yang ada saya pun berbelanja penganan ringan khas Makasar.
Oleh-oleh khas Makasar
Penganan khas Makassar

Karena saya merasa belum puas dengan kunjungan ke Festival Kuliner Serpong 2014 di Summarecon Mal Serpongkemarin, saya dan seorang teman akhirnya mengunjungi kembali Summarecon Mal Serpong pada hari rabu yang lalu.

Untungnya karena hari kerja, suasana tidak terlalu ramai dan saya tidak perlu mengantri lama sehingga saya bisa puas menyicipi kuliner khas Sulawesi seperti Papaco, Lalampa dan Lumpia khas Sulawesi. Papaco merupakan salah satu penganan khas Sulawesi, bisa dibilang dodolnya Sulawesi. Tapi yang membedakan adalah rasa manisnya yang pas dan adanya penambahan rempah seperti kapulaga yang membuat Papaco berbeda pada dodol umumnya
Papaco yang lezat




Lalampa merupakan nasi ketan putih yang berisikan ikan cakalang yang sebelumnya ditumis dengan bumbu yang kemudian dibakar selama beberapa menit. Di Sulawesi, Lalampa merupakan penganan nikmat sembari menikmati teh atau kopi.


Lalampa isi cakalang gurih, pedas dan nikmat

Sekilas Lumpia Sulawesi tidak jauh berbeda dengan Lumpia Semarang. Namun setelah saya mencoba, saya dapat membedakan antara Lumpia Sulawesi dengan Lumpia Semarang. Jika Lumpia Semarang menggunakan rebung, cenderung manis dan menggunakan saus asam berbeda dengan Lumpia Sulawesi. Lumpia Sulawesi menggunakan bengkuang dan ebi, sambal yang digunakan yaitu sambal tauco sehingga menambah rasa dari Lumpia Sulawesi.


Lumpia khas Sulawesi
Potongan Iga bakar yang menggoda ^^
Kunjungan kedua ke Festival Kuliner Serpong 2014 membuat saya puas karena selain bisa mengenal budaya dan kuliner Khas Sulawesi, saya bisa berkunjung ke Serpong Digital Center (SDC) dengan menggunakan shuttle bus karena beberapa waktu yang lalu saya tidak sempat mengunjungi SDC. Shuttle bus untuk SDC ke Summarecon Mal Serpong memiliki jam operasional yang cukup lama, yaitu sampai jam 11 malam. 

Buat saya Festival Kuliner Serpong 2014 di Summarecon Mal Serpong benar-benar menambah pengalaman tentang budaya dan kuliner nusantara terutama budaya dan kuliner khas Sulawesi. Jadi, jangan lupa follow twitter @SMS_Serpong dan webnya di www.malserpong.com untuk festival kuliner nusantara lainnya.

“Tulisan ini diikutsertakandalam Summarecon Mal Serpong Writing Contest”


6 comments

Leave a Reply