Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Investasiku Masa Depanku dari Danareksa

“Sudah menyiapkan dana apa aja Dek untuk kedepan?” Begitu pertanyaan Uda saya, ketika berdua saja dalam perjalanan pulang. Saya mengingat-ingat 11 tahun bekerja hingga sekarang, apa-apa saja yang sudah terkumpul. Dan seketika saya panik, I have nothing!
Ternyata simpanan saya terdahulu sudah habis terkuras untuk penelitian selama menyelesaikan tugas akhir kuliah. Dan sekarang setelah saya hitung-hitung simpanan yang saya punya jauh dari cukup. Trus aku kudu piye? (nangis dipojokkan)


Investasiku Masa Depanku dari Danareksa Investment Management (DIM)



Tanggal 23 Januari 2016 bertempat di The Terrace Senayan National Golf Club,  Danareksa Investment Management (DIM) memberikan solusi dengan mengadakan acara Investasiku Masa Depanku. Danareksa Investment Management (DIM) merupakan anak perusahaan PT. Danareksa yang bergerak dibidang investasi dan berdiri dari tahun 1992. Kemudian di tahun 1996, DIM meluncurkan produk-produk investasinya seperti Danareksa Melati, Danareksa Mawar dan Danar…

St. Marc Café, Croissant Ala Jepang

Teman saya yang di Jepang heboh banget ketika saya bercerita akhir pekan yang lalu saya mencoba Chococro, di St. Marc Café Senayan City, Jakarta. Diamengkonfirmasi menu-menu yang ada di St. Marc Café Jakarta apakah sama dengan di Tokyo. “Ada Little Fuji ngga?, Ada Manggo Fantasy ngga? Ada Kyoto Delight?” (satu-satu diabsen oleh teman saya ^^)




Ya jelas semua ada, soalnya St. Marc Café di Senayan City ini mengikuti standar ketat dari Tokyo. Jadidari Chococro, bakery, pastries, brewed coffee, dessertdanminumanlainsudahsesuai

Fun Blogging 8 : Dari Hobi Menjadi Profesi

Awal berkenalan dengan blog ketika saya megenal seorang teman yang berprofesi sebagai pâtisserie dan hobi menulis pada tahun 2007. Kami sama-sama dipertemukan dalam workshop kepenulisan di Depok. Teman saya Amalia, sering bercerita kalau dia sering menuliskan resep-resep pastrynya di blog agar tidak hilang dan lupa. Mau tidak mau saya jadi tergoda untuk ikut menulis di blog.
Berhubung blogspot dan wordpress belum ada pada tahun tersebut jadilah saya mengikuti Amalia menggunakan Multiply sebagai media (ketauan tuanya deh). Tapi pada tahun itu jangan dibayangkan seperti sekarang, koneksi internet yang mahal dan lambatnya ampun-ampunan membuat saya suka menyerah untuk menulis di Multiply. Karena hal tersebut pula saya malas untuk mengupdate blog saya di Multiply hingga Multiply resmi ditutup, saya pun masih malas untuk ngeblog.


Tahun 2012, saya selalu melihat teman ditempat bekerja yang selalu meluangkan waktunya untuk mengupdate blog disela-sela aktifitas kerjanya. Saya jadi penasara…