Langsung ke konten utama

Pilih Uber atau GrabCar?

Hayo.. pasti bingung mau pilih Uber atau GrabCar, keduanya merupakan aplikasi yang memudahkan pelanggan dalam sarana transportasi, dan sekaligus paling banyak digunakan karena kemudahannya serta harga yang tidak menguras kantong. Tapi sebagai konsumen ga ada salahnya kalau kita memilih yang terbaik dan nyaman. Sebelumnya saya suka sekali menggunakan aplikasi GrabCar, tapi sejak Uber bisa digunakan dengan pembayaran cash, saya jadi tertarik untuk mencobanya.


Gambar Ilustrasi. credit : eCompareMo


Jadi kali ini saya ingin membahas kedua aplikasi ini dari segi konsumen, dan tulisan ini bukan iklan ya, murni user experience aja ^^.

1. Promo


Baik Uber maupun GrabCar, keduanya mengeluarkan promo gratis dengan membagikan kode unik untuk menarik pengguna baru menggunakan aplikasi ini. GrabCar memiliki promo gratis berupa saldo dimulai dari Rp.30000. Sedangkan untuk Uber, promo yang didapat dimulai dari Rp.75000. Mungkin karena rejeki anak sholeha, minggu lalu saat saya memasukan kode promo Uber yang dibagikan oleh teman, saya mendapatkan saldo sebesar Rp.230000 untuk sekali perjalanan ^^ (yeaay)



saldo yang saya dapatkan dari Uber

2. Kendaraan yang digunakan


Baik Uber dan GrabCar menggunakan kenderaan dari tempat peminjaman. Biasanya sih tipe kendaraan yang digunakan seperti avanza, inova, mobilio, datsun, kia picanto dan sejenisnya.

3. Kapasitas Penumpang


Biasanya sih saya jarang melihat kapasitas penumpang untuk kedua aplikasi ini, karena saya lebih sering berpergian seorang diri daripada bersama dengan teman-teman. Kebetulan karena hari minggu yang lalu saya berpergian bersama teman-teman, saya jadi mengkhawatirkan masalah kapasitas penumpang. Ternyata untuk aplikasi Uber, maksimal penumpang sebanyak 4 orang sedangkan GrabCar tidak ada pembatasan penumpang.

4. Kebersihan

Kedua aplikasi baik Uber dan GrabCar, sama-sama memperhatikan kebersihan dari kendaraan yang digunakan. Selama saya menjadi pengguna kedua aplikasi ini, kendaraan yang digunakan bersih dan bebas dari sampah.

5. Perbedaan Harga

Untuk harga sendiri ternyata Uber lebih murah daripada GrabCar, perbedaannya bisa mencapai Rp. 20000 - 50000. Hal ini saya buktikan ketika mencoba memesan dengan tempat tujuan yang sama dengan menggunakan GrabCar.


Bukti pembayaran menggunakan Uber




Oia, GrabCar mempunyai sistem bisa memperkirakan jarak dan harga yang bisa dilihat baik pengguna GrabCar maupun pengemudi. Sedangkan untuk Uber, pengguna Uber dapat mengetahui perkiraan harga dan jarak, namun hal ini tidak berlaku untuk pengemudi Uber. Pengemudi Uber baru bisa mengetahui jarak tempuh dan harga setelah pengguna Uber sampai ditempat tujuan.

6. Pengemudi

Kebetulan sih selama saya menggunakan kedua aplikasi ini, saya mendapat pengemudi yang ramah dan sopan jadi ga ada banyak perbedaan untuk pengemudi dan pelayanan dari kedua aplikasi ini.

7. Pelayanan ketika pemesanan

Untuk pelayanan ketika pemesanan sudah diterima, entah kenapa pengemudi GrabCar lebih sering membatalkan pemesanan. Saya punya pengalaman sedikit menjengkelkan ketika memesan GrabCar. Saat itu saya sedang mengantar kedua orang tua saya yang sakit.

Kemudian saya memesan layanan GrabCar, pesanan pertama saya diterima, tapi tidak beberapa lama akhirnya pengemudi GrabCar membatalkan pesanan dengan alasan ada kerusakan pada mobilnya (Tapi di GPS mobil tersebut melaju entah kemana).

Lalu saya memesan lagi, namun seperti pesanan pertama, kembali pesanan saya dibatalkan oleh pengemudi GrabCar. Menjengkelkan sih, rasanya seperti di PHP in (cukup dia aja mas yang PHPin saya, #eh).

Kalau untuk Uber, ternyata ada kebijakan tidak boleh membatalkan pesanan lebih dari 3 kali. Karena jika pengemudi Uber tercatat telah membatalkan pesanan lebih dari 3 kali, maka pihak Uber tidak memberi ijin pada pengemudi tersebut untuk mengemudi sebagai pengemudi Uber.

8. Keamanan

So far sih selama saya menggunakan kedua aplikasi ini, saya sampai ditempat tujuan dengan keadaan selamat. Jadi kedua aplikasi ini cukup menjamin keamanan penggunanya.

Kira-kira ini pengalaman yang bisa saya bagi setelah saya menggunakan kedua aplikasi ini, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi teman-teman ^^




Komentar

  1. Aku pengen nyoba uber tapi pas register, kudu masukin cc juga. Aku ga punya :((
    Akhirnya setia pake grab. Ya masih lebih murah lah daripada taksi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uber yang sekarang udah bisa pake cash kok mba, dicoba aja ^^

      Hapus
  2. Belum pernah semua. Solo belum musim pake beginian mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan di Solo nanti ada ya mba ^^

      Hapus
  3. aku lebih suka uber mba. Gak fixed tarifnya dan ga harus tentuin tujuan akhir soalnya hihihi.. btw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha.. iya mba ^^ makasih sudah mampir

      Hapus
  4. Ohiya, uber bisa cash skrg ya..siap dicoba, tfs mak

    BalasHapus
  5. belum pernah coba. pengen ah kapan-kapan. ee donlot dulu ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayan mba, nyaman pake uber atau grabcar

      Hapus
  6. sayangnya sekarang malah lagi rame keanehan dan kecurangan supir supir uber, terutama uber jakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, baru-baru ini beberapa oknum dari driver uber suka berbuat curang

      Hapus
  7. Kalo Uber bisa 7 penumpang nggak yah??

    BalasHapus
  8. Peminat uber sama grab car banyak mana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama banyak, soalnya masing-masing aplikasi ini punya plus minusnya juga. Jadi para peminatnya cenderung sama

      Hapus
  9. Kl uber maksimal 4penumpang, kira kira bisa ga ya kl 6penumpang tp nambah biaya gt? Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. saya belum pernah coba untuk penumpang lebih dari 4 mba, jadi belum tau bisa atau ngga

      Hapus
  10. Mbak kalo kita pakai kode promo n pada akhir tujuan ternyata tagihannya Rp.0 brati beneran g bayar?kl mb gmn?apa ksh tip aja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi mba melsa, terima kasih sudah mampir. Kalau menggunakan kode promo dan akhir tujuannya 0 berarti biaya perjalanannya gratis mba. Cuma kadang-kadang saya suka beri tip untuk drivernya jika menurut saya perlu.

      Hapus
  11. Thanks banyak sharingnya ya...pas betul saya lagi compare Grab n Uber buat persiapan turun ke bandara soetta ke depok. Dalam postingan ini yg dimaksud adalah GRAB CAR kan...?(bukan GrabTaxi). Lalu UberX kan bukan UberBLACK?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, makasih kalau bermanfaat. Iya untuk grab, grab car kalau uber uber x. Saran saya kalau menggunakan uberX jangan di jam sibuk ya, karena sistem uber seperti taxi, ada argonya

      Hapus
  12. Wew.. Sy baru ngalamin di cancel sama driver grabcar.. Kayaknya gimanaa gitu. Mau coba uber deh. Thanks ya mbak infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kadang memang begitu mba ^^. Terima kasih mau mampir

      Hapus
  13. uber lebih joss menurut saya hehe :)

    BalasHapus
  14. baiknya di aplikasi grab di mintakan jumlah penumpangnya, sehingga mobil yang kita pesan juga sesuai dengan permintaan

    BalasHapus
  15. Permisi. Kalo punya saudara teman atau tetangga yang mau jadi partner uber (pengemudi mobil) bisa hubungi saya. Pendaftaran gratis tanpa pungutan apapun. Saya resmi dari uber syaratnya hanya SIM, STNK, & SKCK saja ko kirin foto lewat WhatsApp . Nanti saya bantu. Atau mau tanya lainnya bisa hubungi 085711709414

    BalasHapus
  16. Kalo grab car max jaraknya berapa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaan ini tak berbalas :)

      Hapus
  17. Klo mau dptr grabcar,xenia thn 2011 msh bisa ga yaa?

    BalasHapus
  18. Di sini di tuliskan grabcar tidak ada pembatasan penumpang.
    Tpi knapa driver grabcar yg saya pesan bilang kapasitas max penumpang 4 orang.
    Lebih dari 4 orang dikenakan biaya tambahan 50% dari tarif normal..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai, terima kasih sudah mampir, saat tulisan ini dibuat, dari pihak Grab belum ada kebijakan pembatasan penumpang. Setelah beberapa bulan kemudian, pihak Grab memperbarui kebijakan untuk batas maksimal penumpang.

      Hapus
  19. Grab car sekarang maks 6 penumpang, alhamdulillah di cirebon udah ada baru launcing 1 bulanan, membantu sekali

    BalasHapus
  20. Saya jarang naik uber maupun grabcar, soalnya bawa motor sendiri. Tapi bisa jadi alternatif nih jika ada saudara yg mau pergi dan motor lagi kpake.

    BalasHapus
  21. kalo aku justru demennya naik gocar karena bisa tuker point atau lbh murah pake gopay :D:D:D tapi kalo di cilebut banyaknya grabcar

    BalasHapus
  22. Baru kemaren saya dari kota batu penginapan dekat sm musium angkut saya memesan grabcar di aplikasinya keluar angka 329.000 dari batu ke Juanda @lah kok dari pihak driver nelfon saya teus meminta tambahan tarif di luar angka yg keluar di aplikasi ongkosnya menjadi 600rb saya kaget lah kok malah 2xlipat��Sedikit kecewa aja dengan driver grab yg naikin harga di luar perkiraan saya..

    BalasHapus

Posting Komentar

Bagi teman - teman yang selesai membaca, terima kasih untuk komentarnya. Author, amat menghargai saran dan kritik setelah membaca blog ini. Salam ^^

Postingan populer dari blog ini

5 Drama Jepang paling berkesan di Indonesia

Drama jepang atau yang dikenal dengan dorama, mempunyai sejarah panjang di Indonesia. Masuk ke Indonesia pada awal 80 dan awal tahun 90 yang disiarkan oleh TV Nasional,  dorama sukses merebut hati para pecinta drama di Indonesia. Alur dan akhir cerita yang ngga biasa, akting para aktris dan aktor, pakaian, lagu pengisi drama hingga ketampanan serta kecantikan para pemainnya mampu merebut hati para penikmat drama di Indonesia yang menjadi idola saat itu.

Ga usah lama-lama narasinya ^^ ini 5 Drama Jepang paling berkesan di Indonesia versi saya
1. Tokyo Love Story                 Bercerita tentang seorang pemuda pemalu bernama Kanji Nagao (Yuji Oda) yang berkerja di Tokyo. Di tempat kerjanya, ia bertemu dengan Rika Akana (Honami Suzuki) yang ceria dan energik. Pertemuannya dengan Rika, selain mengubah hidup Kanji, juga menjadikan Kanji menjadi lebih berani dalam memilih jalan hidupnya.

2. Long Vacation                 Dorama ini ceritanya unik banget menurut saya, soalnya bercerita ten…

IKJ DAY 2016 : Dua Hari Menjadi Mahasiswa IKJ

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 22-23 Maret saya mengikuti workshop yang diadakan oleh IKJ. Workshop kali ini diadakan dalam rangka “Open House” IKJ yang sudah berlangsung dari tahun 2014 kali ini “Open House” dinamakan IKJ Day. Tiap-tiap fakultas seperti, Fakultas Seni Pertunjukkan, Fakultas Film dan Televisi (FFTV) dan Fakultas Seni Rupa (FSR), serempak melakukan kegiatan IKJ Day yang diadakan pada tanggal 22-23 Maret 2016.


Saya dan teman-teman blogger sebagai peserta dari Blogger Crony mengikuti workshop IKJ dari Fakultas Seni Rupa. Ada 12 workshop yang diadakan oleh Fakultas Seni Rupa IKJ yaitu

1.Workshop Tekstil (Tie Dye) dengan instruktur Siti Indriani CH, S.Sn
2.Workshop Keramik (membuat cangkir gelas) dengan instruktur Tri Wahyuni H, S.Sn
3.Workshop Desain Asesoris (Recycle Asesoris) dengan instruktur Erlien Yudianti
4.Workshop Food Fotografi (teknik memotret makanan dengan HP) dengan instruktur Rangga Samiaji
5.Workshop Cukil Kayu dengan instuktur Deny Rusanto
6.Worksho…

Cerita Dibalik Bom Bali Tahun 2002 & 2005

Meski sudah berlalu cukup lama, kita semua pasti masih ingat kisah sedih yang terjadi di Kuta dan Jimbaran  Bali.  Pengeboman di Bali tahun 2005 yang terjadi pada 1 Oktober  itu terjadi sebanyak tiga kali pengeboman. Satu di Kuta dan dua di Jimbaran, peristiwa ini menelan korban tewas sebanyak 23 orang dan luka-luka sebanyak 196 orang. Sebenarnya tahun 2002 serangan bom serupa pernah juga terjadi di Bali dan  menewaskan 202 orang yang memakan korban baik warga lokal maupun asing.



Kejadian ini tidak hanya menjadi musibah dan duka masyarakat Bali tapi juga musibah dan duka Indonesia serta negara asing yang warganya ikut menjadi korban. Untuk mengingat peristiwa sedih itu maka didirikan monumen atau tugu peringatan bom Bali di Legian-Kuta. Kebetulan Tugu ini tidak jauh jaraknya dari Harper Kuta, hotel berbintang empat yang  berada di jalan Legian 73 – Kuta, sekitar 0.12 km, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Selain itu Harper Kuta juga tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai Int'l, y…

Blogger Mengenal JKN Part 2

Kalau minggu lalu saya udah posting tentang Apa Itu JKN? (Jaminan Kesehatan Nasional) di Blogger Mengenal JKN Part 1. Sekarang saya mau cerita tentang pembuatan JKN di BPJS kesehatan dan Fasilitas Kesehatan disingkat Faskes yang bisa menerima kartu JKN.

Setelah semalam saya dan teman-teman blogger mencharge ilmu dari Ira Koesno tentang Public Speaking, paginya kami bersiap-siap untuk segera kunjungan ke kantor BPJS Kesehatan setempat. Kami terbagi menjadi 2 grup dan saya masuk ke grup 2.