Saving Money With Dolce Gusto Piccolo Manual

Ada beberapa hal yang saya syukuri ketika bisa bekerja di pusat kota Jakarta. Saya bisa berkenalan dengan teman – teman baru, bisa mengerjakan pekerjaan baru dan tentu saja bisa merasakan gaji yang baru (ini sih yang paling enak ^^). Dari pekerjaan baru ini, ada rutinitas baru pula yang saya hadapi, yaitu mesti berangkat pagi – pagi buta, karena saya harus berebut untuk mendapatkan tempat duduk di kereta. (Tempat tinggal saya di Bogor, sedangkan kantor saya di Medan Merdeka Barat)

Jujur aja, saya itu orangnya ngantukan. Makanya, saya berusaha banget dapet tempat duduk agar bisa menambah jam tidur saya. Syukur – syukur kalau dapet duduk, jadinya saya bisa tidur.Tapi kalau ngga dapet duduk di kereta, mau ngga mau mata saya mesti melek hingga di stasiun yang saya tuju. 

Dan biasanya setelah sampai di stasiun, saya bawaannya jadi mengantuk dan lemas. Biasanya, kalau mengantuk dan lemas begini saya doppingdengan meminum kopi, dan untungnya sih, disana ada banyak kedai kopi. Jadi setiap habis turun dari kereta, saya selalu mampir ke kedai kopi tersebut untuk meminum kopi sambil melepas lelah karena harus berdiri di kereta.




Tanpa sadar hal ini menjadi kebiasaan buat saya (saking terbiasa, saya punya beberapa macam kartu anggota kedai kopi dan baristanya hapal dengan saya xD). Hingga satu hari, saya tersadar ketika mendekati akhir bulan, di dompet saya yang tersisa hanya bon pembayaran kedai kopi dan beberapa lembar uang bergambar Kapten Pattimura T_T.
Saya shock! Karena setelah saya hitung – hitung, kebiasaan ngopi saya di kedai kopi ini bisa menghabiskan seperempat gaji saya bahkan lebih! Padahal mungkin dengan seperempat gaji saya tersebut saya bisa menabung untuk masa depan saya, misalkan untuk biaya pesta pernikahan saya nanti (eaaa xD). 

Tapi, untuk menghentikan kebiasaan saya meminum kopi juga sulit, karena keadaan saya yang mudah mengantuk. Saya pun pernah mencoba mengakali dengan meminum kopi sachetan, namun tidak berpengaruh banyak untuk saya, karena tetap saja saya mengantuk.


Nescafe Dolce Gusto Piccolo Manual

Disaat galau akan meneruskan kebiasaan minum kopi di kedai kopi atau tidak, tiba – tiba di kantor saya bertambah personel baru. Personel baru ini, menempati sudut ruangan kantor bersebelahan dengan dispenser. Ngga kok, personel ini bukan orang tapi coffee maker. Keseluruhan warna dari mesin ini didominasi warna favorit saya, yaitu hitam dan abu – abu, what a cool machine!




“Ibu Bos beliin ini biar kita – kita semangat kerja, dan ga cari – cari alasan keluar buat ngopi.” Ujar Mba Winda ketika saya menanyakan asal muasal mesin kopi ini. “Cara pakainya bagaimana mba?” Tanya saya kepada Mba Winda.

Mba Winda pun menjelaskan cara – cara memakai mesin kopi ini, ternyata mudah banget! Pertama – pertama setelah mesin disambungkan dengan listrik, masukan air minum ke dalam wadah air. Kedua hidup kan tombol on/off, tunggu hingga lampu di tombol on/off berpindah warna dari merah ke hijau. Ketiga, buka kunci tempat kapsul kemudian masukkan kapsul kopi ke tempat kapsul. Keempat, tekan tuas air panas/dingin yang ada di mesin untuk menghasilkan kopi panas atau dingin.




“Masya Allah, gampang banget Mba!” seru saya takjub. “Iya, gampang banget, aku juga tadi udah nyobain beberapa macam rasa kopi pakai kapsul – kapsul ini” Ujar Mba WInda menjelaskan. Saya mengambil wadah kecil yang ditutupi plastik berbagai macam warna. Di plastik tersebut tertera tulisan seperti Café au lait, Chococino, Cappuccino, Espresso,  Moccachino, Caffe Crema Grande, dan lain – lain.

“Tapi kok manual mba mesinnya?” Tanya saya pada Mba Winda. “Iya, sengaja pilih yang manual. Biar bisa kreasiin kopinya.” “Kalau kamu pengen kreasiin kopinya, kamu bisa download dulu Dolce Gusto Timer di Android atau Ios kamu. ” Mba Winda menjelaskan sambil menunjukkan HPnya.






“Mba mesin ini harganya berapa?” Tanya saya lagi pada Mba Winda. “Ciee.. pengen punya juga ya, coba aja kamu cari di Lazada.” Ujar Mba Winda. “Oia, nama mesinnya Piccolo” tambah Mba Winda lagi.

“Sip Mba!” ujar saya sambil mengacungkan jempol. Saya pun segera membuka web http://www.lazada.co.id/nescafe-dolce-gusto/ yang diberikan oleh Mba Winda. Ternyata banyak banget promo yang ditawarkan, seperti cicilan Piccolo yang harganya lebih murah daripada satu kue yang lagi ngehits dibilangan Jakarta Selatan, keren bangetkan!
Akhirnya setelah konsultasi sana sini dan hitung – hitungan, saya memutuskan untuk segera membeli Nescafe Dolce Gusto Piccolo. Kenapa sih, saya harus membeli Nescafe Dolce Gusto Piccolo ini?

Pertama, Lebih Hemat. Setelah saya bandingkan, 1 kopi di kedai kopi sekitar 20-50 ribu rupiah. Belum lagi ditambah ongkos kendaraan untuk menuju kedai kopi plus teman makan dan cemilannya, jadi makin mahal aja kopinya. Sedangkan kalau saya bikin kopi menggunakan Piccolo, saya hanya mengeluarkan uang sekitar 7 ribu rupiah untuk satu kapsul. Jadi bisa saving uang sekitar 35 ribu untuk satu kopi (Mama! Anakmu ini akhirnya bisa pesta nikahan Ma :’D)

Kedua, Ngga perlu macet – macetan dan antri. Kadang, untuk menuju satu kedai kopi aja saya harus kena macet berjam – jam udah gitu, sampai di kedai kopi pun saya harus antri dan mencari tempat duduk yang kosong, bikin males banget. Kalau pakai Piccolo, saya bisa bikin kopi sambil beristirahat setelah rutinitas bekerja.

Ketiga, Bisa mengkreasikan kopi, sesuai yang diinginkan. Kalau udah jago mengkreasikan berbagai macam rasa kopi, bisa banget jadi ladang usaha dan pemasukan tambahan kamu.

Sebenarnya masih banyak banget manfaatnya kalau punya Piccolo ini, tapi semua manfaat  itu bakalan didapat kalau punya Nescafe Dolce Gusto Piccolo. Jadi, jangan tunggu menyesal kayak saya dulu ya baru punya Piccolo. Salam ^^

25 comments

  1. Mesin kopi paling keren dan sangat bersahabat bisa dibawa kemana aja dan bisa digunakan kapan aja, soalnya mungil dan tidak ribet kalau mau di bawa kemanapun, tentunya untuk menyajikan kopi yang mantap tak perlu ribet cukup klik and touch kopi tersaji dengan kenikmatan dan aroma kopi ala cafe. Jadiii bisa ngopi cantik ala anak muda Hitz masa kini.

  2. Wah sama Mbak, kalo minum kopi sachet buat saya "gak nendang" sama sekali. Habis minum satu sachet, kalo ngantuk ya bablas tidur, untungnya kopinya NDG Piccolo Manual ini rasanya oke berat. Jadi efeknya kerasa deh. 😀 Hemat lagi. XD

Leave a Reply