Langsung ke konten utama

Menjelajah Ke Negeri Dongeng

Gue pikir Negeri Dongeng itu ngga ada..

Itu salah satu cuplikan kalimat dalam film Negeri Dongeng yang sama persis dengan apa yang aku pikirin selama ini. Tapi, seiring berjalannya film, pemikiran aku itu jadi terbantahkan dengan dihadirkannya keindahan alam dan kearifan lokal Indonesia pada film Negeri Dongeng.

Tanggal 17 Agustus 2017 yang lalu, aku termasuk salah satu blogger yang beruntung yang diundang untuk menghadiri acara screening film Negeri Dongeng yang diperankan oleh Tim Warriors Aksa 7, Nadine Chandrawinata, Medina Kamil dan Darius Sinathra. Film ini disutradarai oleh Anggi Frisca yang juga berperan dalam proses pendakian.




Film Negeri Dongeng sendiri bercerita tentang perjalanan Tim Warriors Aksa 7 mendaki 7 gunung dan bukit tertinggi di Indonesia. Dimulai dari puncak Gunung Kerinci di Sumatera dan diakhiri dengan mendaki puncak Cartentz, Jaya Wijaya, Papua.

Perjalanan Tim Warriors Aksa 7, menghabiskan waktu yang cukup lama, sekitar satu setengah tahun (perjalanan dan pendakian dimulai dari bulan November tahun 2014 hingga pertengahan tahun 2016) untuk menyelesaikan pendakian ke 7 gunung dan bukit di Indonesia.

Menemukan Jati Diri


Bagi aku yang ngga pernah mendaki gunung, film Negeri Dongeng ini buat aku priceless! Kenapa aku bisa bilang begitu, karena rasa rindu dan penasaran terhadap gunung – gunung ternama ini jadi terbayarkan.

Ngga sedikit teman – teman aku yang membagikan pengalamannya mendaki gunung seperti yang dilakukan Warriors Aksa 7 ini, mengajakku untuk mendaki juga. Tapi karena kondisi tubuh aku yang kurang memungkin, membuat aku menolak tawaran – tawaran dari teman – temanku.

Dengan adanya film Negeri Dongeng ini, selain rindu dan penasaranku terbayarkan, aku juga jadi mengetahui dengan detail bagaimana keadaan alam Indonesia yang makin lama makin tergerus oleh polusi yang diciptakan sendiri oleh tangan – tangan manusia, bagaimana para perilaku pendaki gunung yang benar – benar mencintai alam dan tidak, serta bagaimana keadaan saudara – saudara kita yang tetap penuh semangat walau belum terjamah prasarana dari pemerintah.




Selama menonton film Negeri Dongeng yang dibuat secara dokumenter, aku seperti merasakan ikut mendaki gunung. Cape, letih, lelah dan konflik – konflik yang terjadi selama pendakian terhapuskan ketika melihat indahnya alam saat berada di puncak gunung.

Mendaki gunung, menjadikan Tim Warriors Aksa 7 kembali menemukan jati diri yang tergerus oleh hingar bingar kehidupan di kota. Ngga hanya tim Warriors Aksa 7 saja yang menemukan jati diri, aku yang ikut menonton juga merasakan bagaimana menemukan jati diri dan makna dari perjalanan dan pendakian.

Buat teman – teman yang ingin menyaksikan keindahan alam Indonesia di film Negeri Dongeng, film ini akan serentak tayang di bioskop – bioskop Indonesia pada awal bulan September mendatang. Info lebih lanjut, teman – teman bisa mengunjungi www.negeridongeng.co.id







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilih Uber atau GrabCar?

Hayo.. pasti bingung mau pilih Uber atau GrabCar, keduanya merupakan aplikasi yang memudahkan pelanggan dalam sarana transportasi, dan sekaligus paling banyak digunakan karena kemudahannya serta harga yang tidak menguras kantong. Tapi sebagai konsumen ga ada salahnya kalau kita memilih yang terbaik dan nyaman. Sebelumnya saya suka sekali menggunakan aplikasi GrabCar, tapi sejak Uber bisa digunakan dengan pembayaran cash, saya jadi tertarik untuk mencobanya.




Jadi kali ini saya ingin membahas kedua aplikasi ini dari segi konsumen, dan tulisan ini bukan iklan ya, murni user experience aja ^^.

1. Promo
Baik Uber maupun GrabCar, keduanya mengeluarkan promo gratis dengan membagikan kode unik untuk menarik pengguna baru menggunakan aplikasi ini. GrabCar memiliki promo gratis berupa saldo dimulai dari Rp.30000. Sedangkan untuk Uber, promo yang didapat dimulai dari Rp.75000. Mungkin karena rejeki anak sholeha, minggu lalu saat saya memasukan kode promo Uber yang dibagikan oleh teman, saya mend…

5 Drama Jepang paling berkesan di Indonesia

Drama jepang atau yang dikenal dengan dorama, mempunyai sejarah panjang di Indonesia. Masuk ke Indonesia pada awal 80 dan awal tahun 90 yang disiarkan oleh TV Nasional,  dorama sukses merebut hati para pecinta drama di Indonesia. Alur dan akhir cerita yang ngga biasa, akting para aktris dan aktor, pakaian, lagu pengisi drama hingga ketampanan serta kecantikan para pemainnya mampu merebut hati para penikmat drama di Indonesia yang menjadi idola saat itu.

Ga usah lama-lama narasinya ^^ ini 5 Drama Jepang paling berkesan di Indonesia versi saya
1. Tokyo Love Story                 Bercerita tentang seorang pemuda pemalu bernama Kanji Nagao (Yuji Oda) yang berkerja di Tokyo. Di tempat kerjanya, ia bertemu dengan Rika Akana (Honami Suzuki) yang ceria dan energik. Pertemuannya dengan Rika, selain mengubah hidup Kanji, juga menjadikan Kanji menjadi lebih berani dalam memilih jalan hidupnya.

2. Long Vacation                 Dorama ini ceritanya unik banget menurut saya, soalnya bercerita ten…

IKJ DAY 2016 : Dua Hari Menjadi Mahasiswa IKJ

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 22-23 Maret saya mengikuti workshop yang diadakan oleh IKJ. Workshop kali ini diadakan dalam rangka “Open House” IKJ yang sudah berlangsung dari tahun 2014 kali ini “Open House” dinamakan IKJ Day. Tiap-tiap fakultas seperti, Fakultas Seni Pertunjukkan, Fakultas Film dan Televisi (FFTV) dan Fakultas Seni Rupa (FSR), serempak melakukan kegiatan IKJ Day yang diadakan pada tanggal 22-23 Maret 2016.


Saya dan teman-teman blogger sebagai peserta dari Blogger Crony mengikuti workshop IKJ dari Fakultas Seni Rupa. Ada 12 workshop yang diadakan oleh Fakultas Seni Rupa IKJ yaitu

1.Workshop Tekstil (Tie Dye) dengan instruktur Siti Indriani CH, S.Sn
2.Workshop Keramik (membuat cangkir gelas) dengan instruktur Tri Wahyuni H, S.Sn
3.Workshop Desain Asesoris (Recycle Asesoris) dengan instruktur Erlien Yudianti
4.Workshop Food Fotografi (teknik memotret makanan dengan HP) dengan instruktur Rangga Samiaji
5.Workshop Cukil Kayu dengan instuktur Deny Rusanto
6.Worksho…

Cerita Dibalik Bom Bali Tahun 2002 & 2005

Meski sudah berlalu cukup lama, kita semua pasti masih ingat kisah sedih yang terjadi di Kuta dan Jimbaran  Bali.  Pengeboman di Bali tahun 2005 yang terjadi pada 1 Oktober  itu terjadi sebanyak tiga kali pengeboman. Satu di Kuta dan dua di Jimbaran, peristiwa ini menelan korban tewas sebanyak 23 orang dan luka-luka sebanyak 196 orang. Sebenarnya tahun 2002 serangan bom serupa pernah juga terjadi di Bali dan  menewaskan 202 orang yang memakan korban baik warga lokal maupun asing.



Kejadian ini tidak hanya menjadi musibah dan duka masyarakat Bali tapi juga musibah dan duka Indonesia serta negara asing yang warganya ikut menjadi korban. Untuk mengingat peristiwa sedih itu maka didirikan monumen atau tugu peringatan bom Bali di Legian-Kuta. Kebetulan Tugu ini tidak jauh jaraknya dari Harper Kuta, hotel berbintang empat yang  berada di jalan Legian 73 – Kuta, sekitar 0.12 km, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Selain itu Harper Kuta juga tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai Int'l, y…

Blogger Mengenal JKN Part 2

Kalau minggu lalu saya udah posting tentang Apa Itu JKN? (Jaminan Kesehatan Nasional) di Blogger Mengenal JKN Part 1. Sekarang saya mau cerita tentang pembuatan JKN di BPJS kesehatan dan Fasilitas Kesehatan disingkat Faskes yang bisa menerima kartu JKN.

Setelah semalam saya dan teman-teman blogger mencharge ilmu dari Ira Koesno tentang Public Speaking, paginya kami bersiap-siap untuk segera kunjungan ke kantor BPJS Kesehatan setempat. Kami terbagi menjadi 2 grup dan saya masuk ke grup 2.