Karbohidrat, Gula, dan Diabetes

Teman – teman tahu ngga musuh dalam selimut yang mengincar kesehatan teman – teman?

Yes, ternyata musuh dalam selimut yang bisa mengincar kesehatan teman – teman adalah gula. Kagetkan? Sama saya juga kaget (pura – puranya kaget ^0^). Ternyata gula, merupakan pemicu dari penyakit yang menyebabkan kematian yaitu, Diabetes. 




Informasi ini saya dapat ketika menghadiri Hari Diabetes Sedunia di Gedung Direktorat PPTM Kemenkes Jakarta, Kamis 14 November 2016. Namun, gula yang saya maksud disini bukan hanya gula pasir, tapi pangan apapun yang menghasilkan hasil akhir menjadi gula.

Oia, sebelum tambah bingung, saya jelasin dulu nih maksud dari “apapun yang menghasilkan hasil akhir menjadi gula”. Dalam tubuh kita, untuk mengolah makanan yang kita konsumsi maka tubuh mengalami proses metabolism. 

Pada tubuh sendiri ada beberapa macam metabolism (yang ini skip aja ya, tapi jika teman – teman penasaran bisa googling tentang metabolism tubuh ^_^) dan salah satunya yaitu metabolism karbohidrat.

Pada metabolism karbohidrat, makanan – makanan yang mengandung karbohidrat akan dipecah melalui enzim yang terdapat pada air liur dan pencernaan hingga menjadi gula sederhana. 

Gula sederhana dipecah lagi oleh insulin pada pancreas sehingga nantinya menjadi energy untuk digunakan dalam tubuh. Gula – gula sederhana ini terdapat di darah, hati serta otot. Apabila gula sederhana ini tidak digunakan, maka akan disimpan sebagai cadangan lemak.



Nah jadi paham kan kenapa karbohidrat bisa menyebabkan kegemukan ^^. Lalu apa hubungannya dengan Diabetes? Hubungannya adalah, jika gula sederhana ini melebihi kadar gula normal pada tubuh. 

Umumnya gula darah pada tubuh kita sebelum makan sekitar 70 -130 mg/dl dan setelah makan sekitar 180 mg/dl.  Jika berlebih, tubuh, akan memaksa pancreas untuk menghasilkan insulin agar mengontrol gula darah kita menjadi normal.

Bayangin deh, jika pancreas terus menerus bekerja menghasilkan insulin, lama kelamaan pancreas kita akan rusak juga dan kesulitan menghasilkan insulin. Ibarat kata mesin, dipaksa kerja terus menerus akhirnya rusak juga. Kalau mesin kemungkinan ada onderdil cadangannya, Tapi kalau organ tubuh kita rusak, onderdil cadangannya kita cari dimana? Serem kan T^T





Kasus pancreas tidak dapat menghasilkan insulin secara optimal, menurut Prof. DR. dr. Achmad Rudijanto, Sp.PD-KEMD disebut Diabetes Mellitus tipe II. Pada Diabetes Mellitus Tipe dua dapat ditemukan pada 90% orang dewasa, namun tidak memungkiri diabetes tipe ini ditemukan pada anak – anak. 

Selain diabetes mellitus tipe II, adapula diabetes mellitus tipe I yang umumnya di temukan pada anak – anak dibawah 18 tahun. Diabetes mellitus tipe I, terjadi karena kerusakan pancreas yang disebabkan oleh imunitas tubuh. Hal ini menyebabkan, pancreas tidak dapat menghasilkan insulin. 

Selama acara berlangsung, banyak pertanyaan seputar diabetes. Seperti, apakah orang yang mengidap diabetes, keturunannya mengidap diabetes juga? Menurut Prof. DR. dr. Agung Pranoto, MKes, SpPD, K-EMD, FINASIM, jika carrier (pembawa) gen diabetes terdapat pada ibu, maka kemungkinan si keturunannya bisa terkena diabetes.

Berikut ini adalah hal – hal yang menjadi pemicu diabetes.

1.     Resiko diabetes tipe II meningkat seiringnya bertambah usia, terutama setelah berumur 40 tahun. Hal ini berhubungan dengan aktifitas yang menurun serta kehilangan massa otot dan berat badan.

2.     Menurut penelitian, ras asia dan kulit hitam lebih rentan terkena penyakit diabetes

3.     Obesitas merupakan penyumbang terbesar dalam penyebab diabetes hal ini disebabkan semakin banyak jaringan lemak, maka semakin besar pula resistensi sel terhadap insulin.

4.     Aktifitas fisik yang kurang memadai

5.     Diet tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan dan minuman berkalori tinggi, lemak jenuh, gula dan rendah serat

6.     Memiliki tekanan darah tinggi atau tingkat lipid yang tinggi

7.     Diabetes gestational yaitu perempuan yang mengalami diabetes selama kehamilan memiliki resiko lebih tinggi terkena diabetes tipe II
Selain hal – hal diatas, perlu dilakukan skrinning agar mengetahui tipe diabetes yang kemungkinan di derita. Skrinning diabetes menjadi penting, karena diabetes tipe II memiliki gejala yang begitu ringan, dan sering terabaikan oleh penderita. 

Sehingga ketika penyakit ini terdiagnosis, umumnya penderita diabetes tipe II mengalami komplikasi penyakit yang serius seperti, penyakit kardiovaskular, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi anggota bagian bawah.

Jadi, pahamkan kenapa menjaga pola hidup yang sehat itu penting. Karena bukan hanya diabetes saja yang mengintai, tapi penyakit – penyakit berat lain juga mengintai tubuh kita. Untuk itu Dr. Lily S. Sulistyowati MM perwakilan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menyarankan agar kita menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.  Tidak hanya itu, Dr. Lily menambahkan, kita perlu menerapkan metode CERDIK.

CERDIK adalah :

 

§  Cek kesehatan secara berkala, yaitu melakukan tes glukosa darah dan kadar HbA1c secara teratur.
 
§  Enyahkan asap rokok dengan menghindari penggunaan tembakau/rokok.
 
§  Rajin melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu.
 
§  Diet sehat dan seimbang, yaitu 3 – 5 porsi buah dan sayuran setiap hari, serta mengurangi asupan gula, garam dan lemak jenuh.
 
§  Kelola stress.
Teman – teman jadi taukan penyebab diabetes dan cara pencegahannya. Yuk, dari sekarang kita mulai kebiasaan hidup sehat agar tidak menyesal di kemudian hari.

Semoga bermanfaat

 

Leave a Reply