Belajar mengendalikan energi negatif

Hi, untuk postingan kali ini aku akan curhat mengenai pengalaman aku untuk struggling dengan pekerjaan baru aku yang letaknya di selatan kota Jakarta. Sebelum aku mendapatkan pekerjaan ini (pekerjaan aku sekarang bergerak dibidang skincare dan aku ditempatkan pada pengemasan produk), aku sudah lebih dulu “terjun bebas” dibidang analis kimia dan blogging.

Butuh waktu cukup lama agar aku bisa mendapatkan pekerjaan yang saat ini aku tekuni karena bisa dibilang aku hanya menguasai 50% ilmu dari pekerjaan sekarang.

Pusing? Pastinya! Karena untuk pekerjaan yang sekarang, aku tidak hanya berkutat dengan dengan metode, angka – angka, mesin dan kemasan, tapi bagaimana cara mengorganisir dan berkomunikasi dengan orang – orang, serta menyelesaikan pekerjaan dengan dateline yang cukup singkat.

1, sampai 2 bulan bekerja, pekerjaan masih bisa aku atasi. Masuk bulan ke-3, 4 hingga ke-5, aku mulai merasakan lemas dan tidak bertenaga ketika ingin masuk kerja, walau rasanya semalam aku sudah cukup beristirahat.

Selain lemas, aku pun sering sakit, selain itu menjadi mudah stress, pelupa hingga rasanya aku malas berkomunikasi dengan orang lain, karena aku merasa orang – orang tidak akan mengerti dengan apa yang akan aku bicarakan (drama banget yaaa xD).

Ternyata, beberapa hal yang aku utarakan di atas merupakan sinyal bahwa tubuh aku dipenuhi oleh energi negatif hingga aku rasanya mengalami kesulitan untuk menghadapi hari esok.

Ngga jarang, aku curhat ke keluarga dan teman – teman, bagaimana untuk menghadapi stress dan pekerjaan. Awal – awalnya, nasehat – nasehat dari keluarga dan teman – teman buat aku itu, kadang masuk kadang mental, iya mental, karena saat itu aku merasa, kan kamu ngga ada diposisi aku, makanya kamu bisa bilang seperti itu (childishnya keluar xD).

qerja lembur bagai quda ^0^

Karena saking seringnya aku curhat pada keluarga dan teman – teman, lama – lama aku jadi malu sendiri. Soalnya, aku malah jadi merasa seperti orang yang tidak mampu memecahkan masalah dan mungkin saja keluarga atau teman yang aku curhatin justru sedang mengalami masalah yang lebih pelik.

Mulai saat itu, aku mengurangi untuk curhat pada keluarga dan teman – teman. Bukan berarti aku tidak curhat lagi, tapi mengurangi dan memilah hal mana yang benar – benar perlu aku curhatin kekeluarga atau teman – teman.

Terus, masalah kerjaan udah kelar? Ngga stress lagi?

Ya ngga juga sih T^T.. Tapi, saat aku sedang stress atau lelah, aku selalu melihat akun – akun motivasi dan salah satu quotes motivasi begitu mengena untuk aku, dan aku jadikan pengingat jika aku mulai merasa lelah.

 

Boleh jadi pekerjaan yang tidak kamu sukai sekarang adalah pekerjaan yang diimpikan oleh orang lain.

 

Aku ngga begitu ingat persis kata – katanya, namun yang aku pahami, bahwa dari quotes tersebut mengajarkan untuk selalu bersyukur dan jangan kebanyakan mengeluh, karena jika tidak bersyukur dan mengeluh, aku seperti tidak mempercayai bahwa ALLAH SWT telah memberikan rizki dan nikmat yang baik untuk aku.

Selain kembali belajar untuk selalu bersyukur, aku belajar kembali untuk menentukan skala prioritas apapun itu, baik pekerjaan utama, blogging hingga untuk urusan hiburan. Aku mulai mencatat, apa yang perlu aku lakukan hari ini dan yang bisa aku lakukan esok harinya.

Perlahan – lahan aku mulai bisa membiasakan diri untuk menentukan skala prioritas. Tapi, kalau aku sudah merasa energi negatif menghampiri, aku istirahat sejenak sambil makan atau minum – minuman kesukaan, dan salah satu minuman kesukaan aku ya NATSBEE Honey Lemon.

Kenapa kok aku suka NATSBEE Honey Lemon dari POKKA Indonesia? Karena NATSBEE Honey Lemon merupakan minuman madu lemon yang mengandung vitamin C, dan seperti yang kita ketahui, madu, lemon dan vitamin C bagus untuk kesehatan dan daya tahan tubuh. Jadi, stress hilang badan pun tetap fit ^^.

Well, itu sih pengalaman aku ketika harus struggling dengan pekerjaan baru. Kalau teman – teman sendiri bagaimana? Share di kolom komentar ya ^^

Semoga Bermanfaat

4 comments

Leave a Reply