Never Give Up!

Never Give Up! Itulah salah satu taglinepenyemangat yang menjadi tema untuk acara World Lupus Day 2013 yang diadakan pada tanggal 11 Mei 2013 di Graha Sanusi Hardjadinata-UNPAD Bandung merupakan acara tahunan Syamsi Dhuha Foundation(SDF) dalam memperingati World Lupus Day yang jatuh pada tanggal 10 Mei 2013. Acara ini sendiri bertujuan mengedukasi baik penyandang Orang dengan Lupus (Odapus) maupun non Odapus agar peduli terhadap penyakit Lupus.

Menurut Syamsi Dhuha Foundation Lupusdisandang lebih dari 5 juta orang diseluruh dunia. 90% penyandangnya adalah wanita aktif usia produktif antara 15-45 tahun sedangkan 10% lainnya adalah pria dan anak-anak. Lupus (Systemic Lupus Erythematosus) adalah penyakit autoimun kronis, dimana system imun yang seharusnya melindungi tubuh dari bahaya infeksi virus dan bakteri luar malah berbalik menyerang system organ tubuh sendiri.

Penyakit yang sering disebut penyakit 1000 wajah ini seringkali menyerupai gejala-gejala pada penyakit lain. Sehingga bila tidak terdiagnosa secara dini dapat berakibat fatal hingga menimbulkan kematian. Odapus harus mengkonsumsi obat dalam jangka panjang bahkan seumur hidupnya, yang menimbulkan dampak tidak hanya social namun juga ekonomi yang cukup berarti.
Berikut adalah cara-cara untuk mengetahui gejala Lupus menurut Syamsi Dhuha Foundation yaitu Saluri (perikSa Lupus sendiRi) :

1.      Demam lebih dari 38’C dengan sebab yang tidak jelas

2.      Rasa lelah yang berlebihan

3.      Sensitive terhadap sinar matahari

4.      Rambut rontok

5.      Ruam kemerahan seperti kupu-kupu diwajah yang melintang dari pipi ke pipi

6.      Ruam kemerahan di kulit

7.      Sariawan yang tidak sembuh terutama di atap rongga mulut

8.   Nyeri dan bengkak pada persendian terutama pada lengan dan tungkai pada jangka waktu yang lama

9.      Ujung-ujung jari tangan dan kaki menjadi pucat hingga kebiruan saat udara dingin

10.  Nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik napas

11.  Kejang atau kelainan saraf lainnya

12.  Kelainan hasil dari pemeriksaan laboratorium (atas anjuran dokter) :
          Anemia
          Leukositupenia : penurunan sel darah putih
          Trombositopenia : penurunan kadar sel pembekuan darah
          Hematuria dan proteinuria : darah dan protein pada pemeriksaan urine
          Positif ANA dan atau Anti ds-DNA.
Seperti yang sudah-sudah acara World Lupus Day sendiri selain mengadakan senam bugar ceria, konsultasi Lupus Gratis, pameran dan bazaar juga menampilkan talk show dari berbagai narasumber seperti penyandang Odapus dalam menghadapi masyarakat dan stigma yang diberikan serta Mba Dian Syarief sebagai salah satu founder SDF yang berbagi pengalaman dalam menghadapi Lupus.

dr.Rachmat Gunadi salah satu dokter spesialis pemerhati Lupus juga memberikan saran-saran dan masukan yang bermanfaat untuk penyandang Odapus pada acara World Lupus Day. Yang berbeda kali ini World Lupus Day menampilkan Andi F. Noya sebagai pembawa acara yang mampu memberikan suasana baru dan humoris serta dilanjutkan pemberian penghargaan kepada insan-insan pemerhati Lupus yang diakhiri dengan art performance beautiful of Indonesia.

Talk show World Lupus Day with Andy F. Noya link foto
Penerimaan award bagi para pemerhati dan peneliti muda yang aware dengan Lupus link foto
Acara World Lupus Day kali ini menurut saya sukses memberikan edukasi kepada Odapus dan Non Odapus dalam hal menghadapi Lupus ketika aktif dan tidak aktif serta menguatkan rasa persaudaraan bagi para Odapus dan memberikan semangat agar tidak pernah menyerah walau menyandang Lupus seperti tagline acara ini, Never Give Up!

Berfoto bersama dengan Mas Eko dan Mba Dian Syarief

Leave a Reply