E-Smart IKM 2019, "IKM GO DIGITAL"

Minggu, Maret 24, 2019

Tidak ada komentar
Hi, kali ini Aku mau berbagi pengalaman, saat beberapa waktu lalu dinas ke kota Palu. Saat itu, aku terkesan banget dengan salah satu ikon makanan khas kota Palu, yang bisa dijadikan buah tangan yaitu sambal ikan roa. Saking enaknya, Aku sampai beli hingga beberapa botol untuk persediaan 2 bulan.

Tapi, setelah 2 bulan,  Aku kelimpungan karena persediaan sambal roa menipis dan bingung harus membeli kemana. Kalau ingin titip ke teman, dinasnya masih lama. Ingin pesan online, ternyata produsen produk tersebut masih belum menjual produknya secara online. Akhirnya, mau ngga mau, aku terpaksa menunggu teman yang akan dinas, kemudian menitip sambal roa yang Aku inginkan.

Kira – kira teman – teman pernah ngga mengalami hal seperti yang Aku alami? Main ke suatu daerah saat sedang dinas atau traveling, kemudian membawa makanan, minuman, snack, dan pakaian produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) setempat sebagai buah tangan. Namun, saat kangen dan ingin membeli kembali oleh – oleh yang kita inginkan, ternyata oleh – olehnya sulit untuk didapat, kecuali jika kita kembali ke mengunjungi daerah.

Peer banget sih memang, kalau harus kembali ke daerah tertentu hanya untuk membeli oleh – oleh atau produk khas daerah yang kita inginkan. Bayangkan saja bukan hanya uang namun juga waktu yang terbuang untuk membeli produk yang kita inginkan. Tentu saja hal ini sebenarnya bisa menjadi peluang untuk para pelaku IKM untuk memasarkan produk keseluruh daerah di Indonesia, tapi bagaimanakah caranya? 







Pertanyaan di atas terjawab diacara e-Smart IKM 2019 “IKM GO DIGITAL” di IPB Centre Bogor, Jawa Barat, pada hari kamis 21 Maret 2019. 

Acara ini dihadiri oleh 1000 orang peserta yang meliputi IKM dan masyarakat umum dari wilayah Jabodetabek, Cianjur, Sukabumi dan wilayah lainnya di Jawa Barat.  Berkolaborasi dengan 17  pelaku usaha dan teknologi seperti marketplace besar di Indonesia, logistik, perbankan, financial technology, dan information technology yang dikemas dalam konsep pameran, talkshow, dan workshop.

Acara yang diselenggara oleh Ditjen IKMA dan dihadiri oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto tentu saja bertujuan untuk mengembangkan industri kecil dan menengah (IKM) melalui pemanfaatan teknologi digital agar  memacu IKM nasional berperan pada penerapan revolusi industri 4.0.

Menperin sendiri meyakini, penggunaan teknologi era revolusi industri 4.0 akan mampu mendongkrak produktivitas industri manufaktur secara efisien, termasuk sektor IKM. Bahkan, produk-produk yang dihasilkan bakal lebih kompetitif dan inovatif.

“Oleh karena itu, ke depannya, investasi bisnis akan cenderung mengarah kepada aktivitas usaha dengan platform yang kita kenal dengan istilah industri 4.0,” ungkapnya. Apalagi, Indonesia mempunyai potensi seiring dengan semakin berkembangnya penggunaan internet dan membaiknya infrastruktur telekomunikasi.





Acara ini menurut Aku bermanfaat banget, karena membuka mata bagi pelaku usaha IKM serta ajang bertukar pengalaman bagi pemilik usaha IKM untuk meningkatkan kualitas produk serta strategi untuk memasarkan produk tidak hanya secara offline namun juga online.

Salah satu informasi yang dibagikan yaitu informasi peningkatan kualitas produk melalui aplikasi Ruang Kerja bagaimana memilih kemasan yang tidak hanya melindungi produk namun juga berfungsi sebagai informasi dan media iklan dari produk itu sendiri. Selain itu, diberikan juga informasi bagaimana regulasi menjaga Hak Kekayaan Intelektual (HKI) suatu produk agar nantinya tidak bermasalah dengan hukum kedepannya.

Oia, tidak hanya regulasi dan strategi pemasaran dalam negeri saja yang dibagikan saat acara berlangsung. Informasi seputar regulasi untuk mengekspor produk juga dibagikan oleh Mba Oktavia perwakilan perusahaan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba.com. Menurut Mba Oktavia, jika produk yang akan diekspor merupakan produk fashion maka tidak memerlukan izin khusus. Berbeda dengan makanan, minuman, kosmetik, dan obat memerlukan perizinan regulasi negara setempat.  

Buat teman - teman pelaku usaha IKM yang belum bergabung dengan E-Smart IKM dan tertarik bergabung di program E-Smart IKM, teman - teman bisa mengunjungi esmartikm.id




E-Smart IKM dan revolusi industry 4.0



Penetrasi penggunaan internet itu diharapkan juga dimanfaatkan untuk usaha-usaha produktif yang mendorong efisiensi dan perluasan akses pasar seperti jual beli online



Seperti yang teman – teman ketahui, Indonesia merupakan negara yang pertumbuhan penggunaan internetnya selalu meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan, pada tahun 2017 saja, pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,68 persen dari jumlah penduduk yang mencapai 262 juta orang. Kemudian, didukung pula dengan pengguna aktif smartphone di Indonesia yang terus tumbuh, dari 38,3 juta orang di tahun 2014 menjadi 103 juta orang pada 2018.

Karena hal tersebut, Kemenperin telah berupaya melakukan edukasi dan pembinaan terhadap IKM di dalam negeri untuk bisa masuk dalam e-commerce melalui program e-Smart IKM sejak tahun 2017. Hal ini dilakukan sebagai langkah konkret pemerintah dalam mempermudah dan memperluas akses pasar bagi IKM nasional sekaligus memperbesar presentase produk Indonesia “unjuk gigi” di e-commerce.

Kemenperin mencatat, hingga akhir tahun 2018, Workshop e-Smart IKM telah diikuti sebanyak 5.945 pelaku usaha dengan total omzet sebesar Rp 2,37 miliar. Berdasarkan sektornya, industri makanan dan minuman mendominasi hingga 31,87% dari total transaksi di e-Smart IKM, kemudian disusul sektor industri logam sebesar 29,10%, dan industri fesyen sebesar 25,87%.

“Hingga tahun 2019, ditargetkan bisa mencapai total 10.000 peserta untuk ikut dalam program ini,” ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih.

Sampai saat ini, program e-Smart IKM yang dilaksanakan hingga di 34 provinsi, telah melibatkan beberapa pihak, seperti BI, BNI, Google, iDeA serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, menggandeng pemerintah provinsi, kota dan kabupaten.





“Program e-Smart IKM juga telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia,” sebut Gati.

Lebih lanjut, program e-Smart IKM akan pula memfasilitasi pelaku usaha agar dapat mengakses pasar yang lebih luas melalui kerja sama dengan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba.com di Indonesia.

“Kerja sama ini meliputi pelatihan pemasaran online bagi IKM dalam melaksanakan operasional di dalam Alibaba.com serta pertukaran data dan informasi mengenai perkembangan dan pencapaian IKM yang masuk di dalam program e-Smart IKM,” paparnya.

Tulang punggung ekonomi


Pada kesempatan yang sama, Menperin menegaskan, sektor IKM mampu menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional. Hal ini dilihat dari kontribusinya yang cukup besar, mulai dari jumlah dan penyerapan tenaga kerjanya.


“IKM sebagai bagian dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga saat ini berjumlah sebanyak 4,4 juta unit usaha atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha Industri di Indonesia,” ungkapnya. Dari jumlah uniit usaha tersebut, menyerap tenaga kerja sebanyak 10,5 juta orang atau 65 persen dari total tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan.

Menperin mengungkapkan, ada empat aspek yang dapat membentuk IKM lebih berdaya saing di pasar global. “Yaitu, mempunyai ciri khas produk, pengembangan produk dan SDM yang berkualitas, pemanfaatan era digital dan pola pemasaran yang baik,” ujarnya.

Menurut Menperin, dalam upaya peningkatan aspek ciri khas produk, salah satu kegiatan yang dilakukan Kemenperin adalah pemberian penghargaan One Village One Product (OVOP). “Ajang ini merupakan sebuah program yang bertujuan untuk mengembangkan produk unggulan khas dari daerah sehingga mampu untuk menembus pasar global.”ungkapnya.

Aspek berikutnya, untuk pengembangan produk Kemenperin memfasilitasi untuk pemberian SNI, sertifikasi GMP, HACCP dan lainnya.

Berikutnya untuk SDM berkualitas, Kemenperin memiliki program pengembangan SDM Industri yang meliputi; Pendidikan Vokasi Menuju Dual Sistem Model Jerman, Pembangunan Poltek/Akom di Kawasan Industri, Pembangunan Link and Match SMK dan Industri, Pendidikan dan Pelatihan Sistem 3 in 1, Sertifikat Kompetensi Tenaga Kerja Industri, dan Pengembangan SDM Menuju Industri 4.0. “Sementara itu, dalam pemanfaatan era digital, salah satunya adalah melalui penumbuhan startup pada bidang teknologi industri 4.0,” jelasnya.

Program Making Indonesia 4.0 Startup merupakan terobosan baru yang diharapkan dapat menjadi stimulan munculnya ekosistem startup di bidang teknologi industri 4.0 serta mampu menciptakan produk yang membantu sektor industri meningkatkan efisiensi dalam hal biaya, energi, dan waktu.

Sedangkan, aspek terakhir adalah pola pemasaran yang baik. Kemenperin telah meluncurkan program e-Smart IKM yang mempertemukan IKM dengan marketplace untuk perluasan akses pasar, sehingga produk IKM tidak hanya dijual offline namun juga online.












Read More

3D2N at Chinatown, Singapore Part One

Selasa, Februari 26, 2019

1 komentar
Gimana rasanya bermalam di Chinatown Singapura?

Bagi Aku, walau cuma sebentar, rasanya cukup menyenangkan. Lalu kalian pasti bertanya – tanya kenapa ngga menginap di daerah Little India atau Geylang? Kan lebih ramah untuk muslimah.

Bukannya ngga mau mencoba di Little India atau Geylang, tapi lebih tepatnya tidak sengaja. Karena teman seperjalanan Aku, Nungki, memilih Hostel yang ada disekitar Chinatown agar lebih dekat dengan café impiannya yaitu Central Perk.

Jadi gimana ceritanya? Yuk ikutin cerita perjalanan Aku.




Day One


Entah karena excited atau takut macet menuju bandara SIA (Soekarno Hatta International Airport), Aku memaksa Nungki untuk berangkat lebih awal. Nungki sendiri misuh – misuh karena Aku memaksa berangkat lebih awal (FYI penerbangan jam 11, tapi Aku memaksa untuk berangkat jam 7 pagi xD), alasannya sih karena Dia bukan orang yang terbiasa bangun pagi. Walau begitu, Dia tetap menyetujui untuk berangkat lebih awal.

Namun ada sedikit drama saat Kami akan berangkat. Hampir semua driver online menolak mengantarkan Kami ke Bandara karena biaya yang ditunjukkan di aplikasi lebih murah dari perhitungan driver. Padahal sih kami nantinya akan memberikan tips lebih kalau driver mau mengantarkan Kami. Tapi ya, mungkin bukan rejeki untuk drivernya ^0^.

Long story short, Kami tiba di Bandara SIA jam 8 pagi dan harus menunggu 2 jam lebih untuk berangkat, dan selama 1 jam lebih 15 menit penerbangan, akhirnya Kami sampai juga di terminal 3, Bandara Changi. Di sini,  terkuak suatu rahasia yang mengejutkan. Tapi, Aku mau cerita dulu alasan Aku mau pergi ke Singapura bersama Nungki. Sebelumnya, Aku belum pernah pergi keluar negeri untuk jalan – jalan kecuali dinas (itupun hanya satu kali ketika ke Thailand), dan karena itu Ada 2 alasan kenapa aku mau pergi ke Singapura bersama Nungki :
         
          1. Karena Saudaraku tinggal di Singapura 
          2. Karena aku pikir, Nungki sudah pernah ke Singapura.

Ternyata, alasan kedua salah total! Nungki pun sama seperti Aku, baru pertama kali menginjakkan kaki ke Singapura. Jadilah 3 jam kami duduk manis di Ya kun Kaya Toast terminal 3 bandara Changi, makan siang sambil membuka google maps untuk melihat petunjuk jalan menuju Hostel kami yaitu Beary Best Hostel (untung Ama – amanya baik, Kami ngga diusir karena kelamaan duduk disana xD).


tripadvisor.com


Setelah Kami mengecek google maps rute mana yang paling dekat menuju hostel, akhirnya kami memutuskan untuk naik MRT dari Stasion CG2, East West line – Tanah Merah menuju Expo untuk transit ke Downtown line-Bukit Panjang yang berakhir di Chinatown MRT.

Tadinya, Kami sempat berpikir untuk explore terminal 3. Namun, karena dijadwal ittenary, Kami akan mengunjungi café Central Perk  jam 7 malam, sedangkan pukul 15.00 kami masih di bandara, dan butuh istirhat untuk meluruskan kaki, akhirnya kami membatalkan niat tersebut.

Oia, buat teman – teman yang sudah pernah pergi ke Singapura. Pasti paham, untuk naik kendaraan umum di Singapura membutuhkan kartu EZ trip yang harganya bisa disesuaikan dengan transportasi yang akan kita naiki serta lamanya kita tinggal di Singapura, dan nantinya saldo dari kartu tersebut bisa kita refund kembali. 


EZ trip plus


Awalnya, kami akan membeli kartu trip perjalanan yang bisa direfund (maklumlah sobat misqueen, 3 -6 sgd aja udah bisa makan berat  yang enak xD), namun abang penjualnya bilang kalau mereka tidak punya/tidak produksi kartu tersebut dan menawarkan kartu EZ link plus, yang tidak ada masa aktif kartunya. 

Jadi, jika saldo dalam kartu tersebut habis, teman – teman dapat mengisi ulang di Sevel terdekat. Tapi, saldo yang tersisa tidak bisa kami refund. Karena tidak punya pilihan lain, akhirnya terpaksa kami membeli kartu tersebut.

Walau Kami sudah menggunakan google maps akankah Kami sampai dengan selamat di Hostel dan bisa pergi ke Central Perk? Cerita selanjutnya akan Aku lanjutkan di  3D2N at Chinatown Singapore Part Two, ya ^^.

Cost 1 :
Grab car/Gojek ke Bandara + Tol : Rp. 180.000
Kartu EZ link : 33 SDG
Makan di Kayakun : 6 SGD

Read More

Arti Hijab, di HIJUP, HIJAB Celebration Day 2019

Senin, Februari 25, 2019

41 komentar

Apa arti hijab buat kamu?



Bagi aku hijab atau jilbab merupakan suatu kewajiban dari Allah SWT yang harus dilaksanan para muslimah pada umumnya tanpa pengecualian. Eh, tapi itu pemahaman aku setelah belajar agama pada para ustadzah. Dulu, walau aku dibesarkan dalam keluarga yang cukup religius, aku masih belum paham benar kenapa para muslimah harus menutup aurat dan menggunakan hijab.

Saat itu, yang terpikir kalau tidak menggunakan hijab dan menutup aurat, aku akan mengecewakan orang tua terutama Mama. Jadilah saat aku akhil baligh aku menggunakan hijab (FYI aku menggunakan hijab saat umur 15 tahun, dimana saat itu aku cenderung tomboy, jadi sebenarnya agak merasa kesulitan juga memakai hijab karena merasa ngga bebas).

Perlahan – lahan Aku mulai paham makna berhijab, hijab merupakan perintah dari Allah SWT untuk melindungi, bukan untuk membatasi gerak perempuan. Tapi dulu, berhijab tidak semudah saat ini dan banyak stigma negatif yang justru dilekatkan kepada perempuan yang menggunakan hijab. Sehingga Aku sempat merasa tidak percaya diri dalam menggunakan hijab (tapi alhamdulillah ngga sampai terpikir untuk melepas hijab sih).





Dan sekarang, berhijab di Indonesia jauh lebih mudah namun tetap sulit untuk para muslimah yang ada di luar negeri sana. Hingga para muslimah di dunia sepakat mengadakan World Hijab Day yang dirayakan setiap tanggal  1 Februari. Dimana World Hijab Day, mengajak para perempuan merasakan bagaimana menyenangkannya saat menggunakan hijab dan membagikan kesan positif saat menggunakan hijab.

Oleh karena itu, dalam rangka mendukung Movement World Hijab Day, HIJUP kembali menghadirkan Hijab Celebration Day untuk kedua kalinya. Kali ini, HIJUP berkolaborasi dengan Islamic Nexgen Fest milik Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) untuk menginspirasi para muslimah milenial agar dapat terus mengembangkan dirinya.




Epic Aerobic



Berbagai aktivitas mulai dari kegiatan olahraga, interactive talkshow, hingga bazar curated halal industry dihadirkan pada acara ini. Selain sebagai bentuk syiar untuk mengajak muslimah agar tetap produktif, kegiatan ini turut berperan dalam mendukung kemajuan industri halal Indonesia melalui pemaparan mengenai masa depan industri ini di Indonesia bersama Ibu Rini Soemarno,  Menteri BUMN.

Diajeng Lestari (Chief Executive Officer HIJUP), menyampaikan, “Sebagai rasa syukur kita semua yang lahir dan tumbuh di negeri multikultur dan demokratis ini, dengan berbagai kemudahan untuk mendapatkan produk-produk halal serta akses untuk beraktivitas dengan tetap mengenakan hijab dan sesuai syariat, HIJUP mengadakan Hijab Celebration Day.  
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi para muslimah untuk terus berkarya dan produktif yang selaras pula dengan campaign HIJUP, yakni #EmpowerChange. Hal utama pada kesempatan kali ini adalah menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem industri halal yang diawali dengan sektor fashion muslim.”

Target menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia pada 2020 sudah di depan mata, sinergi dan kolaborasi dengan semua stakeholder merupakan solusi untuk mewujudkan visi bersama tersebut. Merujuk pada data State of the Global Islamic Economy Report 2018/19, untuk industri fashion muslim, Indonesia berada di peringkat ke-3 sebagai pasar fashion muslim terbesar dengan pengeluaran sebesar US$ 20Bn. 

Secara global, total pengeluaran pasar pada industri ini sebesar US$ 270Bn dan diprediksi meningkat 5% pada 2023 sebesar US$ 361Bn. Adanya peluang besar ini menjadikan Indonesia perlu terus meningkatkan kinerja dan sinergi yang menguatkan berbagai aspek dari hulu hingga hilir dan menjadi pemain di negeri sendiri maupun kancah internasional.

Ibu Rini M. Soemarno (Menteri Badan Usaha Milik Negara), memaparkan, “Kami berkomitmen memajukan industri halal Indonesia dengan sektor fashion muslim sebagai gerbong utama. Pada kesempatan ini pula, kami sampaikan insyaAllah Indonesia akan membangun distrik fashion muslim berstandar internasional di daerah Senayan. Kami harapkan sinergi dan kolaborasi semua pihak dari hulu hingga hilir dapat bersama-sama mengembangkan industri halal Indonesia.”

HIJUP, Hijab Celebration Day



Buat Aku, ini merupakan Hijab Celebration Day pertama yang Aku ikuti. Rasanya senang sekali bisa menjadi bagian dari rangakaian acara Hijab Celebration Day yang diadakan pada tanggal 17 Februari 2019. Berbagai aktivitas seperti Fun Run, Epic Aerobic, Interactive Talkshow, Nussa Corner hingga performance oleh RAN dan Vidi Aldiano disiapkan oleh HIJUP, dan Islamicnexgenfest. Rasanya ingin Aku ikuti semuanya, tapi, sayang banget Aku hanya bisa mengikuti epic aerobic dan interactive talkshow.




Interactive talkshow yang paling berkesan untuk aku ketika menghadirkan, Rachel Venya, Diandra Gautama dan tentu saja Diajeng Larasati Chief Executive Officer dari HIJUP, berbagi pengalaman saat pertama kali berhijab. Kalau Rachel bercerita pengalaman berhijab karena dari keinginan hati Rachel. Perlahan – lahan dukungan dari suami membuat Rachel memantapkan hati menggunakan Hijab.

Berbeda dengan Rachel, Diandra yang seorang pembalap wanita Indonesia, sempat ragu untuk berhijab karena pekerjaannya di dunia otomotif. Namun, dengan menguatkan tekad, Diandra mantap berhijab. Qodarullah, Allah SWT memudahkan Diandra untuk berhijab. Kekhawatirannya terkait pekerjaan dan penalty karena mengundurkan diri dan menggunakan hijab, tidak terbukti.

Terakhir, pengalaman berhijab Diajeng Larasati Founder dari HIJUP. Pengalaman Diajeng, sedikit mirip dengan pengalaman berhijabku. Saat itu, berhijab punya stigma yang kurang baik, kuno, ribet, terlihat tidak professional dan lain sebagainya. 

Hal tersebut yang dirasakan oleh Diajeng ketika masih bekerja saat atasannya mempertanyakan keputusannya menggunakan hijab. Namun, Diajeng membuktikan, dengan menggunakan hijab, bisa tetap terlihat professional, dan dari pengalaman ini, merupakan jalan bagi Diajeng membangun HIJUP.

Oia, acara ini didukung penuh oleh Himpunan Bank Milik Negara Syariah yang meliputi BTN Syariah, BNI Syariah, Mandiri Syariah, dan BRI Syariah serta Wika, Pertamina, Telkom, dan Pegadaian. Jadi, saat break Ishoma sehabis talkshow, Aku bisa mengunjungi booth – booth tersebut sambil melihat – lihat penawaran apa saja yang ditawarkan saat acara berlangsung.




Tidak hanya booth perbankan, booth kecantikan dan  booth pakaian muslimah seperti HIJUP, Ria Miranda dan Noore sport juga memeriahkan acara Hijab Celebration Day.



 Sudah cocok jadi BA Noore belum  ^0^ ? 



Sayangnya, aku ngga bisa mengikuti semua acara sampai selesai karena sudah ada janji dengan teman, interactive talkshow dengan Suhay Salim, Chiki Fawzi, Ria Ricis, Anisa Rahma, Syakir Daulay, Arief Muhammad, Prita Ghozie, Ahleyaa, dan Andanu Prasetyo terpaksa aku lewatkan.

Harapan Aku sih, untuk acara Hijab Celebration Day yang akan datang tidak hanya diadakan satu hari namun bisa lebih lama agar lebih bisa menjangkau muslimah dari seluruh wilayah Jabodetabek.

Kira – kira itu pengalaman yang bisa Aku bagikan di HIjab Celebration Day 2019, semoga kita bisa bertemu di Hijab Celebratrion Day 2020 ya.







Read More

Interior Minimalist dan Instagramable untuk Generasi Milenial di Indonesia Properti Expo 2019

Selasa, Februari 05, 2019

Tidak ada komentar

Hi, rasanya sudah lama banget ngga menyapa teman – teman di blog. Hampir 3 bulan Aku vacuum dan kesulitan menulis di blog karena ada permasalahan teknis pada blog Aku yang sempat disuspend

Sehingga mengharuskan Aku migrasi kembali dari wordpress ke blogspot, dan merelakan beberapa tulisan Aku dari bulan November 2017 hingga November 2018 hilang tak berbekas (kapan – kapan Aku cerita deh penyebab disuspendnya blog Aku di postingan yang lain).



Untuk postingan kali ini Aku mau cerita mengenai kegiatan yang Aku ikuti pada hari minggu lalu tanggal 3 Februari 2019, yaitu Indonesia Properti Expo 2019 di Hall A & B, Jakarta Convention Center. Acara ini merupakan ke – 35 kalinya diselenggarakan oleh PT. Adhouse Clarion Events, dengan dukungan DPD REI DKI Jakarrta, dan juga PT. Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk.

Pameran bertajuk ‘Pesta KPR BTN’ ini, melibatkan 150 peserta developer dan menampilkan 600 proyek properti dengan pilihan harga mulai Rp. 130 juta dengan jangka waktu kredit sampai 30 tahun. Selama pameran berlangsung, Bank BTN juga akan memberikan beragam promosi khusus bagi masyarakat diantaranya seperti suku bunga KPR mulai 6,69% dan uang muka 1%.

Indonesia Properti Expo 2019


Teman – teman pasti sudah paham, mempunyai tempat tinggal yang nyaman, letaknya strategis, aman dan sesuai dengan lifestyle teman – teman merupakan impian. Makanya ngga heran, teman – teman akan menemukan gencarnya iklan perumahan, tidak hanya di jalan – jalan protokol, namun juga di tv swasta nasional yang disiarkan setiap akhir pekan (uniknya harganya selalu akan naik setiap hari senin loh ^^).

Aku pun juga mempunyai impian tersebut, karena punya pengalaman lelahnya diperjalanan untuk menuju ketempat kerja. Saat itu, Aku yang tinggal di Bogor harus bangun lebih awal, dan sudah harus berada di Stasiun Bogor jam 5 pagi agar mendapatkan tempat duduk yang layak di kereta jurusan Tanah Abang.

Jadi, Aku excited banget dengan pameran Indonesia Properti Expo ini. Karena, tidak hanya menawarkan property serta hunian berupa rumah dari berbagai wilayah dan provinsi di Indonesia, juga apartemen yang letaknya tidak hanya strategis di pusat kota namun uga apartemen yang menawarkan konsep dekat dengan alam.




Selain itu, banyak penawaran lain yang ditawarkan untuk memudahkan teman – teman membeli hunian impian, seperti Bunga Rendah yaitu 6,69%, DP dimulai dari 1%,  jangka kredit hingga 30 tahun dan harga awal hunian yang terjangkau yaitu 130 juta rupiah (untuk hunian yang berada di wilayah JABODETABEK).

Penawaran – penawaran di atas tentu saja berdasarkan kebijakan pemerintah dalam pembiayaan perumahan. seperti; kebijakan pembangungan infrastruktur, Pelonggaran Loan of Value (LTV), hingga program sejuta rumah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan huniannya.

Oia, enaknya lagi, pengunjung pameran Indonesia Properti Expo 2019 tidak dipungut biaya dan setiap pengunjung yang hadir berhak mengikuti undian berhadiah 1 unit Daihatsu Ayla yang akan di undi di akhir pameran pada tanggal 10 Februari 2019.

Menciptakan Hunian yang nyaman, minimalist dan instragamable


Salah satu hunian yang menarik menurut Aku adalah apartemen MAHATA yang bekerjasama dengan Perumnas dan PT. KAI. Dimana apartemen MAHATA ini, terintegrasi dengan stasiun kereta api.

Ada 3 stasiun yang terintegrasi dengan apartemen MAHATA ini, yaitu stasiun Rawa Buntu, stasiun Tanjung Barat dan stasiun Pondok Cina yang kesemuanya merupakan daerah strategis. Walau dibangun di daerah yang strategis, cicilannya cukup murah, dimulai dari 2 jutaan/bulan.

Apartemen MAHATA ini terdiri dari dua jenis yaitu subsidi dan non subsidi, dimana untuk masing – masing jenis memiliki harga berbeda untuk cicilannya. Buat teman – teman yang tertarik, segera kunjungi booth Mahata di Indonesia Properti Expo ya, karena pameran ini berlangsung dari tanggal 2 Februari hingga 10 Februari 2019, jadi jangan sampai kelewatan.

Terus, kenapa Aku tertarik dengan apartemen ini? Jawabannya ada diujung langit, kita bersama dengan seorang anak, anak yang tangkas dan juga pemberani.. (yang baca sambil nyanyi berarti kita seumuran xD)

Aku tertarik dengan apartemen Mahata ini, karena sebagai milenials (ga usah protes ya) Aku ingin hunian yang ngga ribet, dekat dengan akses transportasi, dekat dengan akses lainnya seperti tempat pendidikan, rumah sakit, tempat perbelanjaan, tempat hangout dan tentu saja tetap menerapkan konsep cozy, homy namun tetap kekinian.

Karena Aku sudah menetapkan hati pada apartemen ini (tsaelah), ngga lengkap dong kalau interior apartemennya ngga instragamable. Aku ngga akan sanggup deh kayaknya kalau para netijen yang maha benar bersabda, “Ih apartemennya milenials tapi interiornya old soul” “Apartemenmu mencirikan dirimu (TUA!)” Kalau begini rasanya mau tutup akun aja T^T.

Lucky Me! Hari minggu tanggal 3 Februari 2019 kemarin, tidak hanya menawarkan pameran properti semata tapi juga Talkshow “Rumah Dekor Ala Instagram”. Talkshow ini diisi oleh Mba Adelya (teman – teman bisa intip akun IGnya Mba Adel, yaitu @adelyavk yang kece banget) dan Mba Irma Alaydrus (IG Mba Irma juga ngga kalah kece, cek aja di @irmaalaydrus dan @irmaalaydrus2 ya).


Kiri ke Kanan. Teh Ani Berta, Mba Adel, Mba Irma serta MC


Mba Adelya menjelaskan bagaimana dirinya terinspirasi dalam mendekor rumah dari saluran HGTV yaitu Tiny House (kalau yang pernah nonton pasti paham deh bagaiman rumah yang imut – imut tampilannya bisa tetap luas dan nyaman). Dari situ, Mba Adel membagi tema interior menjadi 4, yaitu Minimalist, Japanese, Boho dan Industrial.

1.      Minimalist
Tema ini mengedepankan warna putih, abu – abu, hitam, dusty pink dan warna kayu. Konsep dari tema minimalist menurut Mba Adel yaitu terang dan simple.

2.      Japanese
Tema ini mengedepankan warna dengan unsure kayu. Penggunaan warna hitam pada tema Japanese jarang digunakan karena warna hitam memiliki kesan bold. Sedangkan konsep pada tema Japanese sederhana dan bersih.

3.      Boho
Tema ini tidak mengedepankan warna apapun, sehingga teman – teman bisa memadu padankan warna apa saja dengan tone tertentu pada interior rumah, namun jangan terlalu ramai ya. Pada konsep Boho, tanaman juga bisa menjadi pilihan dalam mempercantik interior.

Tanaman apa saja yang bisa dipakai?
Teman – teman bisa menggunakan tanaman hidup seperti Palm, dan Olive Tree. Tapi, kalau ngga mau repot tanaman hidup tadi bisa diganti fake flowers atau greenery.  

4.      Industrial
Tema ini mengedepankan warna dengan kesan bold seperti hitam, kayu tua yang dicampur dengan unsur putih.

Selain penggunaan tanaman untuk melengkapi tema interior, teman – teman juga bisa menambahkan frame, lighting hingga ladder untuk mempercantik dari interior rumah yang teman – teman inginkan.


Contoh Home Interiornya Mba Adel


Ok, sekarang kita lanjut ke penjelasan Mba Irma tentang home décor fotografi. Mba Irma ini keren loh, awalnya Mba Irma merupakan food fotografi, namun karena pasion Mba Irma juga merambah ke Home décor.

Favorit home décor Mba Irma adalah Scandinavian. Scandinavian didominasi oleh warna biru, abu – abu dengan menambahkan warna putih untuk menciptakan kesan luas. Décor Scandinavian juga mengusung kesederhanaan, jadi, kalau teman – teman ingin membeli furniture pikirkan dahulu fungsinya, kemudian sesuaikan dengan ruangan agar tidak memberikan kesan berlebihan.

Setelah menjelaskan home décor favoritnya, Mba Irma menjelaskan tips bagaimana membuat foto home décor yang instagramable.

1.      Pasang Kamera sejajar dengan Objek.
Hal ini bertujuan hasil objek foto lurus dan tidak miring, sehingga memudahkan dalam editing.

2.      Ambil beberapa gambar dalam angle yang berbeda.
Tujuannya sih, agar teman – teman mempunyai angle menarik dari berbagai sisi yang nantinya akan teman – teman tampilkan.

3.      Menggunakan natural lighting
Menurut Mba Irma, jika menggunakan natural lighting, maka sebaiknya atur shutter speed kamera dengan speed rendah agar menyerap cahaya dalam ruangan.

4.      Dan terakhir table decoration serta variasi ukuran.

Kira – kira itu yang disampaikan oleh Mba Irma dan Mba Adel. Apakah menginspirasi Aku atau tidak? Jelas menginspirasi! Setidaknya, Aku bisa merancang interior yang Aku inginkan walau belum mempunyai apartemen (kencengin doa dulu ya guys, Insya Allah nanti punya ^^).

Semoga bisa menjadi inspirasi teman - teman untuk mendekorasi interior rumah ya. 




Read More
Copyright © Hana No Yuri. Blog Design by SkyandStars.co