coffee
Tampilkan postingan dengan label coffee. Tampilkan semua postingan

St. Marc Café, Croissant Ala Jepang

Rabu, Januari 13, 2016

16 komentar
Teman saya yang di Jepang heboh banget ketika saya bercerita akhir pekan yang lalu saya mencoba Chococro, di St. Marc Café Senayan City, Jakarta. Dia mengkonfirmasi menu-menu yang ada di St. Marc Café Jakarta apakah sama dengan di Tokyo. “Ada Little Fuji ngga?, Ada Manggo Fantasy ngga? Ada Kyoto Delight?” (satu-satu diabsen oleh teman saya ^^)





Ya jelas semua ada, soalnya St. Marc Café di Senayan City ini mengikuti standar ketat dari Tokyo. Jadi dari Chococro, bakery, pastries, brewed coffee, dessert dan minuman lain sudah sesuai dari standar St. Marc Café Jepang. Sampai-sampai 80% bahan utamanya diimpor langsung dari Jepang untuk menjaga kualitas dari semua menu-menu St. Marc Café. Jadi ngga akan ada komplainan perbedaan rasa dari St. Marc Café yang satu dengan lainnya.

Berhubung St. Marc Café di Senayan City ini baru satu-satunya di Jakarta, kenalan yuk.

St. Marc Café pertama kali dibuka di Ginza Marronie Shop di Tokyo, Jepang, dan merupakan anak perusahaan dari Saintmarc Holdings Company. Di Jepang sendiri, St. Marc memiliki 400 outlet yang selalu penuh (cerita teman saya yang di Jepang ^^). Kemudian Saintmarc Holdings mengembangkan usahanya ke Asia Tenggara (Singapura, Malaysia, Filipina, Bangkok dan Indonesia) dan Dubai.

St. Marc Café Jakarta ini dibawa ke Indonesia oleh PT. Marinata Boga Jaya. Alasan St. Marc Café diadakan di Indonesia menurut Monthany Bahterazar, President Direktur PT. Marinata Boga Jaya karena ingin masyarakat Indonesia dan turis asing tidak usah repot ke luar negeri untuk mencoba dan menikmati produk-produk andalan St. Marc.




St. Marc Café Jakarta mempunyai luas area 80m2 ini bisa menampung hingga 43 pelanggan. Para pelanggan yang memesan bisa melihat langsung proses pembuatan pastries dan yang paling penting adalah counter self-service untuk easy-grab dalam pembayaran dan proses pengambilan pesanan.

Udah liat sejarah St. Marc Café yuk liat menu-menunya

Chococro


Chococro merupakan menu signature dari St. Marc Café, soalnya Chococro diolah dengan lebih dari 20 lapis adonan mentega, sehingga Chococro yang dihasilkan crunchy tapi empuk. Kenapa namanya Chococro? Ya karena di dalamnya ada dark chocolate berbentuk batang dari Ekuador dan Ghana. Alasannya menggunakan dark chocolate dari Ekuador dan Ghana selain sesuai dengan taste asia juga tidak terlalu manis namun tetap kaya dengan rasa coklat.


Chococro


Ada 3 varian yang dijual yaitu, Chococro (croissant coklat bertabur almond diatasnya), Chococro white (croissant dengan white chocolate didalamnnya) dan Chococro Banana Walnut (croissant dengan dark chocolate dan pisang serta kacang walnut). Harganya sekitar 22 ribu untuk satu Chococro, cukup terjangkau ya buat nikmatin croissant yang enak ini ^^.


All Varian, Chococro, Banana Walnut and White Chocolate

Almont Coffee Latte dan Yuzu Tea


Dua minuman diatas juga merupakan signature drink dari St. Marc Café. Coffee Latte dengan flavor almond cocok jika disantap dengan chococro. Untuk Yuzu tea, minuman yang dibuat dari Yuzu (buah citrus) rasanya menyegarkan enak kalau diminum pas siang-siang.  Harga dari kedua signature drink ini sekitar 41 ribu untuk medium dan 45 ribu untuk large.


Almond Coffee Latte

Yuzu Tea

Dessert, Pastries dan Sandwich


Selain Chococro, St. Marc juga menjual macam-macam pastries, sandwich dan dessert loh. Menu-menu pastries yang bisa dipesan seperti Butter Danish, Egg Salsa, Almond Sugar Pie, Chicken Cheese with Ham dan Tuna Potato Danish.




Untuk Sandwich bisa memesan dengan isian tuna atau ayam.

Dan yang paling ditunggu-tunggu dessert! Yeaay! Beneran pake banget deh enaknya dessert dari St. Marc Café ini. Bisa dibilang ada 16 macam dessert yang tersedia, harganya rata-rata sekitar 70-80 ribu. Kalau dirasa agak kemahalan dan ngga kuat ngabisinnya bisa memesan dessert dalam cone dengan harga sekitar 50 ribuan.


Yum!!





Selain berbagai macam varian dessert, ada dessert yang khas jepang banget seperti Kyoto delight, Miyako dan Gion. Ketiga dessert ini menggunakan matcha, mochi dan kacang merah yang rasanya blend banget



Miyako



St. Marc Café ini selain bisa makan ditempat dan take away juga bisa dipesan melalui aplikasi gojek, tapi masih sekitar Jakarta sih (Bogor kapan?). Jadi makin banyak pilihan ya untuk ngopi-ngopi bareng teman, keluarga atau kolega.

St. Marc Café
Senayan City, LG
Jl. Asia Afrika, Senayan

Read More

BENCI (Benar-Benar Cinta) KOPI

Minggu, November 30, 2014

10 komentar
Mungkin jika ada yang bilang benci itu benar-benar cinta bisa jadi benar. Hal ini saya rasakan ketika pertama kali meminum kopi. Kalau diingat-ingat kembali,  sewaktu saya kecil saya selalu terkagum-kagum melihat Ayah saat sedang  meminum kopi. Beliau terlihat sangat begitu menikmati kopi yang dibuat oleh Ibu. 

Rasa penasaran saya waktu itu begitu tinggi, apakah kopi seenak dan senikmat itu?  lebih enak dari susu coklat atau teh yang sering saya minum? Karena tidak tahan ingin mengetahui bagaimana rasa kopi, diam-diam saya mencicipi kopi Ayah saya.

Saya pun bergaya seolah-seolah saya adalah Ayah yang sedang meminum kopi, pertama-pertama saya menghirup aroma kopi yang baru diseduh Hmm .. harum batin saya. Setelah menghirup aromanya yang harum saya bersemangat untuk segera meminumnya dan Wow!! Lidah anak-anak saya saat itu tidak menyukai rasa kopi yang pahit dan masam, seketika saat itu saya mencari apapun yang manis mau susu, teh manis atau gula.

Segera saya masukan kemulut saya agar menghilangkan rasa pahit dan masam yang saat itu terasa dimulut saya. Pengalaman pertama meminum kopi ini membuat saya trauma dan benci terhadap kopi hingga beberapa saat lamanya.



Gambar Ilustrasi

Namun sepertinya takdir berkata lain, saya dipertemukan kembali dengan minuman yang menggoda iman ini ketika SMA. Saat-saat dimana saya harus terpisah dari orang tua karena harus ngekost disebabkan SMA yang jauh dari tempat tinggal saya.

Saat itu musim ujian, hafalan yang setumpuk tentang pelajaran kimia membuat saya pusing tujuh keliling (SMA saya SMA kejuruan kimia). Khawatir mengantuk kalau belajar sendirian, saya pun belajar bersama dengan senior. Baru beberapa menit kami belajar, senior saya  mengambil mug dan kopi sachet.

“Teteh minum kopi?” Tanya Saya

“Iya, Biar ngga ngantuk.” Senior saya menjawab sambil menyeduh kopi. Aroma khas kopi memenuhi ruangan kami belajar.

“Teteh ngga takut pahit?”

“Justru enak lagi, lagian kalau ngga kuat pahit kan bisa ditambahin gula.”

Aku mengambil bungkus kopi sachet yang telah kosong. Nescafe?

“Kok, Nescafe?” Tanya Saya kembali

“Itu yang paling enak dan mantep. Kalau yang lain malah bikin ngantuk. Yuli mau? Seduh sendiri ya.” Ujarnya.


Saya terdiam, menimbang-nimbang dalam hati, minum engga minum engga minum. Saya saat itu jadi mengingat-ingat pengalaman pertama saya meminum kopi. Belum apa-apa rasa pahit sepertinya telah memenuhi dinding mulut  membuat saya bergidik.

Namun melihat hapalan yang setumpuk membuat saya memberanikan diri dan memutuskan meminum kopi kedua dalam hidup saya saat itu. Dan… keputusan saya saat itu meminum kopi benar-benar mengubah saya, yang tadinya benci jadi “Benci” (Benar-benar cinta) pada kopi. Saya jadi begitu menikmati dan mencintai kopi. Saya selalu merindukan sensasi yang dibuat oleh kopi ketika menyeruputnya. Hingga disetiap kesempatan saya selalu menyediakan kopi untuk diminum.


Gambar Ilustrasi. Sumber : SurveyHarga.blogspot.com

Tidak hanya sekedar minum, saya pun kemudian belajar bagaimana menyimpan kopi dan menyajikan kopi yang terbaik. Seperti kopi yang baru digiling harus disimpan kedap udara agar tidak merusak aroma dari kopi atau langsung diseduh untuk dikonsumsi dan diseduh dengan air bersuhu sekitar 94-96°C diamkan beberapa menit agar sari dari kopi keluar sempurna.

Saya pun jadi benar-benar menggilai kopi, jika ada seminar kopi atau sesuatu yang berhubungan denga kopi pasti saya menghadirinya agar menambah pengetahuan saya tentang kopi. Jadi jangan pernah benci terhadap sesuatu ya, bisa jadi seperti saya nantinya Benar-Benar Cinta terhadap kopi.


Facebook : yuri.n.hana
Twitter    : @hananoyuri
Read More

Starbucks Goes To Museum

Sabtu, Agustus 30, 2014

6 komentar
Mau minum kopi sambil mengenal museum? Kayaknya belum ada ya kecuali Starbucks. Kali ini Starbucks membuat program Starbucks Goes To Museum untuk mengenal sejarah tentang museum dan Stasiun Kota. Program ini sendiri sudah berjalan sejak tahun 2008.

Bertempat di Starbucks Stasiun Kota rancangan Ghijsels, kami diajak untuk mengenal museum sambil meminum kopi. Uniknya Starbucks yang ada di Stasiun Kota dan berdiri sejak 17 Mei 2014, tidak mengubah asitektur dari stasiun. Selain itu interior dari Starbucks yang bergaya Art deco membuatnya semakin unik dan klasik.






Read More
Copyright © Hana No Yuri. Blog Design by SkyandStars.co