Langsung ke konten utama

Membuat kopi ala kafe bersama si kecil menggunakan Nescafe Dolce Gusto Piccolo Manual

“Tante mau buat apa?” Rara keponakan saya berteriak seraya berlari menghampiri saya di dapur. “Tante mau buat kopi, kenapa De?” Tanya saya pada Rara (saya memanggilnya dede, karena Rara keponakan yang paling kecil di keluarga kami). “Dede yang buatin kopinya ya Tante.” Pinta Rara dengan raut muka lucu. 

Rara, salah satu keponakan saya yang berumur 4 tahun sering ngintilin kemana – mana jika saya kebetulan sedang tidak bekerja. Tingkat penasarannya tinggi banget, dimaklumin sih, umur – umur segitu memang masa keemasan anak – anak, yang senang sekali mengeksplor dan mencoba sesuatu.

Makanya, apa – apa yang saya kerjakan dia penasaran, termasuk ketika saya membuat kopi. Rara selalu ada di dekat saya jika dia melihat saya akan membuat kopi. Senang sih ketika membuat kopi ada yang nemenin, lucu dan menggemaskan lagi ^^. Tapi yang bikin bete, kopi yang saya buat rasanya jadi awur-awuran, karena Rara menambahkan “taste”nya dia ke kopi saya. 

Mau dilarang ikutan buat kopi, takutnya Rara ngambek, ngga dilarang, rasa kopi saya ngga ada yang beres T_T. Solusinya? Terpaksa kalau mau ngopi saya keluar rumah atau ketika membuat kopi, saya selalu diam – diam biar ngga kelihatan Rara (Ujian sabar untuk Tante Sholeha ^^).






Walau begitu, rasanya solusi diatas kurang tepat juga karena kalau ngopi diluar itu mahal dan ngga mungkin saya terus – terusan main petak umpet ketika membuat kopi. Alhamdulillah akhirnya Nescafe Dolce Gusto Piccolo Manual yang saya pesan datang (baca saving money with Nescafe Dolce GustoPiccolo Manual). 

Apa hubungannya? Ada dong, saya bikin kopinya jadi lebih cepat dan rasanya malah kayak kopi – kopi di kafe. Lalu bagaimana reaksi Rara? Reaksi Rara ketika melihat Nescafe Dolce Gusto Piccolo Manual datang, antusias banget ^^, dengan segera dia mengajak saya untuk membuat kopi menggunakan alat ini.

Cara menggunakan Nescafe Dolce Gusto Piccolo Manual ini gampang banget loh, ngga percayakan? Yuk, kita sama – sama cobain. Oia, sebelum menggunakan Piccolo, kita harus membersihkan Piccolo terlebih dahulu sebelum digunakan. Caranya, penampung air yang sudah dibersihkan diisi dengan air hingga batas maksimum. Kemudian setelah Piccolo dihubungkan dengan listrik, hidupkan tombol on/off yang terletak disamping kiri.






Setelah lampu tombol berubah warna dari merah ke hijau, geser tuas yang  berada diatas kepala Piccolo ke kanan yang mengeluarkan air panas selama beberapa menit (Lakukan kearah sebaliknya untuk mengeluarkan air dingin). 

Sesudah melakukan langkah – langkah pembersihan ini, Piccolo udah siap digunakan untuk membuat kopi. Caranya juga hampir mirip seperti saat membersihkan Piccolo, tapi untuk membuat kopi, tinggal ditambahkan kapsul dengan rasa yang disuka ditempat kapsul dan tinggal menggeser tuas untuk menghasilkan minuman dingin atau panas.







Oia, setiap habis menggunakan Piccolo, jangan lupa untuk memastikan tidak ada sisa percikan kopi atau susu yang mengering di kepala dan badan Piccolo. Soalnya, selain bisa mengundang semut, bakteri dan binatang lain, juga bisa menyumbat jalan keluarnya air. 

Jika ada sisa percikan, teman – teman bisa segera mengeringkannya dengan lap kering, dan jika terjadi penyumbatan, teman – teman bisa memakai alat yang disediakan Piccolo. Bentuknya, runcing dan tipis yang berfungsi untuk menghilangkan sisa – sisa penyumbatan. Wah, udah bikin kopinya gampang, cara membersihkannya gampang juga, what a cool machine.

Karena cara menggunakan Piccolo ini gampang banget, saya jadi sering sekali bikin kopi. Dalam sehari (jika sedang di rumah) saya membuat kopi sebanyak 2x. Jadi, dalam sebulan, rata – rata saya meminum kopi sekitar 16x (banyak yah xD). Untungnya, dalam satu boks kapsul Nescafe, terdiri dari 16 kapsul jadi bisa puas ngopi selama sebulan ^^.






Lalu bagaimana jika kapsul Nescafenya habis? Berhubung, saya suka laper mata kalau belanja, jadi saya lebih sering membeli kapsul di online shop seperti LAZADA atau Bibli.com

Memang sih, setiap pembelian tidak bisa satu boks kapsul (dijual dalam paket, 1 paket berisi 3 boks kapsul), namun dengan kondisi psikologis saya yang laper mata (halah), hal ini justru membantu saya untuk focus dalam membeli barang yang dibutuhkan (dan kebetulan belanja di LAZADA banyak promonya ^^). Tapi, terkadang jika ada waktu luang, saya juga membeli kapsul Nescafe, dibeberapa supermarket seperti Carefour atau The Food Hall.

Nescafe Dolce Gusto Club


Saat saya unboxing box Nescafe Dolce Gusto Piccolo Manual, saya menemukan saran untuk mendaftar menjadi member di Nescafe Dolce Gusto Club di salah satu lampiran kertas. Kenapa disarankan untuk menjadi member di Nescafe Dolce Gusto Club? Karena teman – teman yang telah membeli atau sudah punya produk – produk Nescafe dan sudah menjadi member Nescafe Dolce Gusto Club, akan mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan rewards tertentu.






Misalnya, jika teman – teman member baru dan mempunyai Piccolo seperti saya, teman – teman akan mendapatkan poin sebesar 105 poin (welcome poin 50, registrasi mesin Piccolo 55), yang bisa teman - teman tukarkan dengan 1 boks kapsul. Enaknya lagi, ngga hanya registrasi mesin aja yang dapat poin, hari ulang tahun dan registrasi kapsul, juga mendapatkan poin, enak kan ^^.







Gimana caranya jadi member Nescafe Dolce Gusto Club?
1.     Masuk ke website www.dolce-gusto.co.id/club
2.     Klik Daftar Sekarang.
3.     Teman – teman bisa mendaftar melalui Facebook atau melalui email.
4.     Setelah mendaftar, maka  teman - teman bisa mengakses berbagai macam hal seperti promo pembelian produk Nescafe, resep – resep, hingga ke kesehatan dan gaya hidup, keren ya ^^

Udahan dulu ya ceritanya, soalnya saya mau buat kopi lagi sama si Dede, semoga pengalaman saya menggunakan Nescafe Dolce Gusto Piccolo Manual bermanfaat, salam.

Komentar

  1. Kemarin sempet mupeng sama si dolce ini karena praktis banget kalo bikin kopi. Kalo si Rara bisa bikin juga berarti nggak ribet ya Mbak Yul? Hihi
    Oke noted, jadi member kalo mau beli si dolce biar dapet reward juga *lirik dompet*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Aya, saking mudahnya Rara pengen buat sendiri tanpa pengawasan aku ^^

      Hapus
  2. Kalau pas ada arisan pinjam ya Yul

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih puas kalau punya sendiri Mba, biar aku ada teman Member NDG Club ^^

      Hapus
  3. wah alat yang keren ya, tp aku gak suka kopi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mba Tira, selain Kopi, bisa juga kok buat minuman yang lain seperti green tea, chococino, milo atau nestea. Makasih sudah mampir ya mba ^^

      Hapus
  4. Rara mau jadi barista yuaaaa :)

    BalasHapus
  5. Rara, tante juga mau dibuatin kopi dong, sekarang enak ya bisa bikin kopi sendiri di rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata Rara, ayo Tan main ke rumah, jangan lupa bawa kapsul Nescafe ya :D

      Hapus
  6. mau lihat hasil akhir kopi buatanmu tadinya. kukira difoto.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mba Ade, pas mau foto kopinya udah keburu diminum papanya Rara mba :D Nanti aku lengkapi lagi fotonya ^^ Makasih sudah mampir mba

      Hapus
  7. Asyik ya bikin kopi bareng si Dede, pengen juga sih tapi anakku masih 2 tahun...

    BalasHapus
  8. Asyiknya ya ngopi jadi semakin praktis ya Mba :)

    BalasHapus
  9. lebara ga susah kasih bapak2 kopi ya....

    BalasHapus
  10. Perawatan mesin kopinya nggak bikin repot yah

    BalasHapus
  11. Aku lagi gencar ngumpulin struk nih Mba biar bisa nuker poin di NDG Club :D

    BalasHapus
  12. Kapsulku tak irit-irit biar nggak beli mulu, eh liat tawaran member NDG Club jadi berubah pikiran. Biarpun banyak beli kapsul kita tetep untung karena bisa dapat poin ya.

    BalasHapus
  13. waah si kecil aja bisa bikin, berarti canggih bgt ya piccolo inih

    BalasHapus
  14. wah bisa dipas-pasin ya kalau gitu 16 x ya

    BalasHapus
  15. sama dengan ponakan ku kepo banget, penasaran dia kok air putih nya jadi kopi hehe

    BalasHapus
  16. Yeah Rara bisa jadi barrista juga sekarang sama tante Yuli ya 😊

    BalasHapus

Posting Komentar

Bagi teman - teman yang selesai membaca, terima kasih untuk komentarnya. Author, amat menghargai saran dan kritik setelah membaca blog ini. Salam ^^

Postingan populer dari blog ini

Pilih Uber atau GrabCar?

Hayo.. pasti bingung mau pilih Uber atau GrabCar, keduanya merupakan aplikasi yang memudahkan pelanggan dalam sarana transportasi, dan sekaligus paling banyak digunakan karena kemudahannya serta harga yang tidak menguras kantong. Tapi sebagai konsumen ga ada salahnya kalau kita memilih yang terbaik dan nyaman. Sebelumnya saya suka sekali menggunakan aplikasi GrabCar, tapi sejak Uber bisa digunakan dengan pembayaran cash, saya jadi tertarik untuk mencobanya.




Jadi kali ini saya ingin membahas kedua aplikasi ini dari segi konsumen, dan tulisan ini bukan iklan ya, murni user experience aja ^^.

1. Promo
Baik Uber maupun GrabCar, keduanya mengeluarkan promo gratis dengan membagikan kode unik untuk menarik pengguna baru menggunakan aplikasi ini. GrabCar memiliki promo gratis berupa saldo dimulai dari Rp.30000. Sedangkan untuk Uber, promo yang didapat dimulai dari Rp.75000. Mungkin karena rejeki anak sholeha, minggu lalu saat saya memasukan kode promo Uber yang dibagikan oleh teman, saya mend…

5 Drama Jepang paling berkesan di Indonesia

Drama jepang atau yang dikenal dengan dorama, mempunyai sejarah panjang di Indonesia. Masuk ke Indonesia pada awal 80 dan awal tahun 90 yang disiarkan oleh TV Nasional,  dorama sukses merebut hati para pecinta drama di Indonesia. Alur dan akhir cerita yang ngga biasa, akting para aktris dan aktor, pakaian, lagu pengisi drama hingga ketampanan serta kecantikan para pemainnya mampu merebut hati para penikmat drama di Indonesia yang menjadi idola saat itu.

Ga usah lama-lama narasinya ^^ ini 5 Drama Jepang paling berkesan di Indonesia versi saya
1. Tokyo Love Story                 Bercerita tentang seorang pemuda pemalu bernama Kanji Nagao (Yuji Oda) yang berkerja di Tokyo. Di tempat kerjanya, ia bertemu dengan Rika Akana (Honami Suzuki) yang ceria dan energik. Pertemuannya dengan Rika, selain mengubah hidup Kanji, juga menjadikan Kanji menjadi lebih berani dalam memilih jalan hidupnya.

2. Long Vacation                 Dorama ini ceritanya unik banget menurut saya, soalnya bercerita ten…

IKJ DAY 2016 : Dua Hari Menjadi Mahasiswa IKJ

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 22-23 Maret saya mengikuti workshop yang diadakan oleh IKJ. Workshop kali ini diadakan dalam rangka “Open House” IKJ yang sudah berlangsung dari tahun 2014 kali ini “Open House” dinamakan IKJ Day. Tiap-tiap fakultas seperti, Fakultas Seni Pertunjukkan, Fakultas Film dan Televisi (FFTV) dan Fakultas Seni Rupa (FSR), serempak melakukan kegiatan IKJ Day yang diadakan pada tanggal 22-23 Maret 2016.


Saya dan teman-teman blogger sebagai peserta dari Blogger Crony mengikuti workshop IKJ dari Fakultas Seni Rupa. Ada 12 workshop yang diadakan oleh Fakultas Seni Rupa IKJ yaitu

1.Workshop Tekstil (Tie Dye) dengan instruktur Siti Indriani CH, S.Sn
2.Workshop Keramik (membuat cangkir gelas) dengan instruktur Tri Wahyuni H, S.Sn
3.Workshop Desain Asesoris (Recycle Asesoris) dengan instruktur Erlien Yudianti
4.Workshop Food Fotografi (teknik memotret makanan dengan HP) dengan instruktur Rangga Samiaji
5.Workshop Cukil Kayu dengan instuktur Deny Rusanto
6.Worksho…

Cerita Dibalik Bom Bali Tahun 2002 & 2005

Meski sudah berlalu cukup lama, kita semua pasti masih ingat kisah sedih yang terjadi di Kuta dan Jimbaran  Bali.  Pengeboman di Bali tahun 2005 yang terjadi pada 1 Oktober  itu terjadi sebanyak tiga kali pengeboman. Satu di Kuta dan dua di Jimbaran, peristiwa ini menelan korban tewas sebanyak 23 orang dan luka-luka sebanyak 196 orang. Sebenarnya tahun 2002 serangan bom serupa pernah juga terjadi di Bali dan  menewaskan 202 orang yang memakan korban baik warga lokal maupun asing.



Kejadian ini tidak hanya menjadi musibah dan duka masyarakat Bali tapi juga musibah dan duka Indonesia serta negara asing yang warganya ikut menjadi korban. Untuk mengingat peristiwa sedih itu maka didirikan monumen atau tugu peringatan bom Bali di Legian-Kuta. Kebetulan Tugu ini tidak jauh jaraknya dari Harper Kuta, hotel berbintang empat yang  berada di jalan Legian 73 – Kuta, sekitar 0.12 km, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Selain itu Harper Kuta juga tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai Int'l, y…

Blogger Mengenal JKN Part 2

Kalau minggu lalu saya udah posting tentang Apa Itu JKN? (Jaminan Kesehatan Nasional) di Blogger Mengenal JKN Part 1. Sekarang saya mau cerita tentang pembuatan JKN di BPJS kesehatan dan Fasilitas Kesehatan disingkat Faskes yang bisa menerima kartu JKN.

Setelah semalam saya dan teman-teman blogger mencharge ilmu dari Ira Koesno tentang Public Speaking, paginya kami bersiap-siap untuk segera kunjungan ke kantor BPJS Kesehatan setempat. Kami terbagi menjadi 2 grup dan saya masuk ke grup 2.