ketika lebaran usai

Ini pertama kalinya saya ikut Challenge One Day One Post (ODOP) yang diadakan oleh Teh Ani Berta (biasanya sih saya jadi tim hore aja karena yang ikut udah master semua). Tapi kali ini saya ingin ikut, karena ingin melatih sejauh mana kemampuan menulis dan kekonsistenan saya dalam mengikuti challenge ini (ciee xD).
Tema kali ini ceritanya tentang keadaan ketika usai lebaran. Jujur sih, semakin dewasa, entah kenapa saya sedikit merasa takut ketika lebaran dan sedikit lega ketika usai lebaran. Kenapa kok saya sampe takut ketika lebaran? Alasannya cuma karena satu kata keramat, KAPAN? (Capslock ngga nyante xD).
Iyes! Kapan lulus, kapan kerja, kapan nikah, kapan punya anak, kapan nambah anak, kapan ngebahagian orang tua, dan Kapan bayar utang? (eh, yang terakhir kayaknya ngga mungkin ditanyain ya ^^) Kalian tau ngga, satu kata itu tuh momok yang menakutkan buat kami (elo aja kali xD) eh, maksudnya buat saya yang lagi Jofisah (kalau ada yang nanya kepanjangan dari Jofisah artinya jomblo fi sabilillah, eaa xD).
Walau kata KAPAN sudah menakutkan, tapi, level scariest-nya naik 10000% ketika lebaran, karena yang bertanya adalah orang – orang terdekat kita. Dulu ketika masih muda (sekarang juga masih muda sih) saya masih bisa dengan entengnya menjawab kalau belum cukup umur, belum selesai ini, belum selesai itu, ingin kuliah lagi, atau alasan – alasan lainnya. Tapi kalau sekarang ditanya KAPAN? Kayaknya saya pengen jadi Naruto aja deh biar bisa gunain jurus menghilang dari orang – orang yang suka nanya KAPAN.
Alhamdulillah sih, kata KAPAN itu sudah berkurang ditanyakan (mungkin karena di media sosial banyak meme yang mengingatkan untuk tidak bertanya dengan menggunakan kata keramat ini), dan kebetulan waktu lebaran yang lalu tidak banyak saudara – saudara yang mengunjungi rumah untuk bersilaturahmi. Jadi saya ngga mumet dan bisa bernapas lega karena ngga perlu memikirkan jawaban.
Diet Killer T^T
Tapi, kelegaan saya ngga berlangsung lama, ada kekhawatiran lain yang sedang mengintai.. yaitu jarum timbangan yang makin bergeser ke kanan T^T . Bukannya ngga bersyukur karena banyak makanan, minuman dan kue yang enak, cuma saya jadi ekstra mikir untuk menggeser jarum timbangan ke kiri lagi. Apalagi kalau sudah liat kue kastangel keju, buatnya berjam – jam habisnya 30 menit (padahal kalori dari kue kastangel cukup tinggi).
Yah, walau ada kekhawatiran mengenai jarum timbangan yang makin bergeser ke kanan, untuk kali ini lebaran saya cukup berwarna, dan setidaknya saya harus mempersiapkan diri lagi menjadi pribadi yang lebih baik untuk menghadapi Ramadhan yang akan datang (seengganya, hari ini harus lebih baik dari hari-hari kemarin, biar ngga menjadi orang yang merugi). Semoga kita bisa dipertemukan kembali di Ramadhan yang akan datang, aamiin ^^

13 comments

  1. Hahhaaa.. Jofisah, haduuh istilah baru lagi niy, kereen..kereen..
    Emang ya kalo ditanya KAPAN tuh, rasanya pengen garux2 tembok.Kalo aku seringnya ditanya, "kapan punya anak lagi?' hmm..

  2. Aih kamu … Aih kamuuuuu …
    Naruto itu pake jurus seribu bayangan, adek sayaaaaaang.

    KAGE BUNSHIN NO JUTSU!!!

    Kalo jurus menghilang itu jurus eikeeee …

    Menghilang saat disuruh cuci piring bekas halal bihalal.
    Cling!

  3. Waddduuh…KAPAN-nya koq buanyaaak banget. Yang satu itu mah jangan ditanya KAPAN, tapi harus berusaha dan berdo'a serta TIDAK MENUTUP DIRI. Btw itu kuweh apa siiih, kaastengels-kah, bikin ngiler liat tebaran kejunya. Hhmmm…

Leave a Reply