Langsung ke konten utama

Beli, Bantu dan Berbagi (3B)






Akhir-akhir ini kita sering mendengar tentang penghasilan pengemis di jalan yang besarnya diatas penghasilan pegawai kantoran. Ini fakta yang mengejutkan. Fenomena ini bisa diartikan dua hal, entah masyarakat kita yang memang sudah tinggi jiwa sosialnya atau orang jaman sekarang memang sudah semakin pintar menemukan cara untuk menipu orang lain. 
berita terkait tentang pengemis

Mungkin teman-teman juga pernah mendengar cerita seorang bapak tua penjual amplop di masjid Salman ITB. Bapak yang dengan gigihnya menggelar terpal di bawah terik sinar matahari demi menawarkan amplop-amplop putihnya kepada pengunjung masjid. Selembar amplop cuma dihargai seratus rupiah, kadang satu hari berjualan tidak ada yang terjual. Jangankan sepuluh juta sebulan, seribu rupiah per hari yang berarti sepuluh lembar amplop saja pun belum tentu didapatnya. Semua itu dilakukan si bapak tua demi menyambung hidup karena anak-anaknya pun kondisi ekonominya tidak menentu. Prinsip hidup beliau amat mengagumkan, lebih baik terus bekerja walaupun sulit, daripada mengemis.

Semua orang butuh uang. Bukan maksud kami menggampangkan tetesan keringat orang lain atau menghina para pengemis di jalanan. Tapi teman-teman akan kagum melihat masih begitu banyak manusia yang dengan tekunnya berusaha mencari rezekinya dengan cara yg halal dan baik. Orang-orang yang walaupun sudah renta usianya tetap terus mencari celah sekecil apapun itu untuk berusaha bekerja dan berjualan, daripada hanya sekedar menengadahkan tangan memohon belas kasihan.

Sudah saatnya kita tidak hanya peduli tapi juga memberi manfaat. Tidak hanya sekedar melemparkan uang logam kedalam kaleng, tapi juga memberi peluang kepada orang lain untuk menjadi mandiri dengan membeli barang dagangannya. Membeli berarti membantu mereka untuk meraih modal usaha dan memberi jalan rezeki kepada mereka untuk tetap hidup, bekerja dan berkarya , bukan mengemis.

Untuk itu kami memulai ini, mengajak teman-teman untuk melakukan kebaikan dan menumbuhkan semangat berusaha. Sederhana saja, kami mengajak teman-teman untuk mulai memperhatikan lingkungan sekitar dan melihat sosok-sosok tua pekerja keras ini di jalan-jalan, di kolong jembatan, di kaki lima, di pelataran masjid, di lapangan bola, dimana saja. Hampirilah mereka, belilah dagangan mereka, hargailah usaha mereka. Sukur-sukur teman-teman bisa memberi lebih. Persoalan teman-teman butuh barangnya atau tidak itu urusan belakangan. Mungkin akan ada saatnya nanti teman, saudara atau tetangga yang membutuhkan dan kita bisa kembali bersedekah dengan memberikannya cuma-cuma.

Kami juga dengan tangan terbuka menerima informasi dari teman-teman tentang keberadaan para pekerja keras ini dimana saja. Nantinya informasi ini akan kami kumpulkan dan kami berikan kepada teman-teman lain yang peduli dan kebetulan tinggal berdekatan. Informasi bisa berupa nama si pedagang, barang yang dijual dan lokasi dimana dia biasa berjualan.

Tanpa kita yang membeli, tanpa kita yang peduli, bagaimana mereka bisa bertahan. Mungkin yang kita beli tidak seberapa tapi bayangkan jika yang tidak seberapa itu ada puluhan ribu bahkan ratusan juta. Ingat penghasilan pengemis tadi? Bukan tidak mungkin jika kita mau peduli, yang sepuluh juta tadi bisa jadi pendapatan bersih per bulan milik si bapak tua penjual amplop. Bukan tidak mungkin, kedepannya nanti tidak ada lagi yang sempat mengemis karena semua sibuk berdagang. Bukan tidak mungkin, dengan kontribusi yang kecil ini suatu saat nanti jumlah masyarakat miskin di Indonesia bisa jauh berkurang.

Think big, start small. Beli, Bantu dan Berbagi. Mari kita mulai dari sekarang!

Note: informasi pedagang bisa dikirimkan melalui
- Email: ninulz@yahoo.com (nina) atau message di facebook ini.
- SMS: 08159238103 (inna)
- Whatsapp: 08990420692 (tity)

Keterangan photo:
1. Bapak Suhanda penjual pisau di Tanah Abang.
2. Bapak penjual es durian di Stasiun Kota.


3. Ibu pengumpul buah di Pasar Kramat Jati.
 (3 foto)




















Copas atas seizin Marisna Nina Yulianti 


Komentar

  1. iiya..paling miris kalo lihat ada anak kecil jualan koran, dan ibu2 berbadan sehat minta2. aku pasti pilih beli koran

    BalasHapus
  2. yang di mesjid salman ITB itu saya sendiri pernah melihat dan membelinya .. keuntungan yang sangat kecil yg beliau dapatkan namun tetap dikerjakan dengan sepenuh hati, semoga mereka diberikan rejeki yg barokah. aamiin

    BalasHapus
  3. di tmptku ada mak, nenek yg sudah renta jualan bawang goreng, jalannya pun sdh membungkuk dan gak pakai sendal..kadang kalo pagi lewat dpn perumahan tmpt aku tinggal..aku sdh mau mewek kl ketemu..aku hanya bisa bantu dgn membeli dagangannya dan mendoakannya..
    nice share mak..smg akan ada banyak orang yg lebih peduli dgn mereka..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia mak, kasian liat lansia masih berusaha untuk mencari sedikit rizki. aamiin, yuk mak ikutan diinfokan ke CP diatas biar program ini bisa berjalan dengan baik ^^

      Hapus
  4. Buat mak-mak yang punya pengalaman yang sama diinfokan saja ya ke CP diatas :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Bagi teman - teman yang selesai membaca, terima kasih untuk komentarnya. Author, amat menghargai saran dan kritik setelah membaca blog ini. Salam ^^

Postingan populer dari blog ini

Pilih Uber atau GrabCar?

Hayo.. pasti bingung mau pilih Uber atau GrabCar, keduanya merupakan aplikasi yang memudahkan pelanggan dalam sarana transportasi, dan sekaligus paling banyak digunakan karena kemudahannya serta harga yang tidak menguras kantong. Tapi sebagai konsumen ga ada salahnya kalau kita memilih yang terbaik dan nyaman. Sebelumnya saya suka sekali menggunakan aplikasi GrabCar, tapi sejak Uber bisa digunakan dengan pembayaran cash, saya jadi tertarik untuk mencobanya.




Jadi kali ini saya ingin membahas kedua aplikasi ini dari segi konsumen, dan tulisan ini bukan iklan ya, murni user experience aja ^^.

1. Promo
Baik Uber maupun GrabCar, keduanya mengeluarkan promo gratis dengan membagikan kode unik untuk menarik pengguna baru menggunakan aplikasi ini. GrabCar memiliki promo gratis berupa saldo dimulai dari Rp.30000. Sedangkan untuk Uber, promo yang didapat dimulai dari Rp.75000. Mungkin karena rejeki anak sholeha, minggu lalu saat saya memasukan kode promo Uber yang dibagikan oleh teman, saya mend…

5 Drama Jepang paling berkesan di Indonesia

Drama jepang atau yang dikenal dengan dorama, mempunyai sejarah panjang di Indonesia. Masuk ke Indonesia pada awal 80 dan awal tahun 90 yang disiarkan oleh TV Nasional,  dorama sukses merebut hati para pecinta drama di Indonesia. Alur dan akhir cerita yang ngga biasa, akting para aktris dan aktor, pakaian, lagu pengisi drama hingga ketampanan serta kecantikan para pemainnya mampu merebut hati para penikmat drama di Indonesia yang menjadi idola saat itu.

Ga usah lama-lama narasinya ^^ ini 5 Drama Jepang paling berkesan di Indonesia versi saya
1. Tokyo Love Story                 Bercerita tentang seorang pemuda pemalu bernama Kanji Nagao (Yuji Oda) yang berkerja di Tokyo. Di tempat kerjanya, ia bertemu dengan Rika Akana (Honami Suzuki) yang ceria dan energik. Pertemuannya dengan Rika, selain mengubah hidup Kanji, juga menjadikan Kanji menjadi lebih berani dalam memilih jalan hidupnya.

2. Long Vacation                 Dorama ini ceritanya unik banget menurut saya, soalnya bercerita ten…

IKJ DAY 2016 : Dua Hari Menjadi Mahasiswa IKJ

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 22-23 Maret saya mengikuti workshop yang diadakan oleh IKJ. Workshop kali ini diadakan dalam rangka “Open House” IKJ yang sudah berlangsung dari tahun 2014 kali ini “Open House” dinamakan IKJ Day. Tiap-tiap fakultas seperti, Fakultas Seni Pertunjukkan, Fakultas Film dan Televisi (FFTV) dan Fakultas Seni Rupa (FSR), serempak melakukan kegiatan IKJ Day yang diadakan pada tanggal 22-23 Maret 2016.


Saya dan teman-teman blogger sebagai peserta dari Blogger Crony mengikuti workshop IKJ dari Fakultas Seni Rupa. Ada 12 workshop yang diadakan oleh Fakultas Seni Rupa IKJ yaitu

1.Workshop Tekstil (Tie Dye) dengan instruktur Siti Indriani CH, S.Sn
2.Workshop Keramik (membuat cangkir gelas) dengan instruktur Tri Wahyuni H, S.Sn
3.Workshop Desain Asesoris (Recycle Asesoris) dengan instruktur Erlien Yudianti
4.Workshop Food Fotografi (teknik memotret makanan dengan HP) dengan instruktur Rangga Samiaji
5.Workshop Cukil Kayu dengan instuktur Deny Rusanto
6.Worksho…

Cerita Dibalik Bom Bali Tahun 2002 & 2005

Meski sudah berlalu cukup lama, kita semua pasti masih ingat kisah sedih yang terjadi di Kuta dan Jimbaran  Bali.  Pengeboman di Bali tahun 2005 yang terjadi pada 1 Oktober  itu terjadi sebanyak tiga kali pengeboman. Satu di Kuta dan dua di Jimbaran, peristiwa ini menelan korban tewas sebanyak 23 orang dan luka-luka sebanyak 196 orang. Sebenarnya tahun 2002 serangan bom serupa pernah juga terjadi di Bali dan  menewaskan 202 orang yang memakan korban baik warga lokal maupun asing.



Kejadian ini tidak hanya menjadi musibah dan duka masyarakat Bali tapi juga musibah dan duka Indonesia serta negara asing yang warganya ikut menjadi korban. Untuk mengingat peristiwa sedih itu maka didirikan monumen atau tugu peringatan bom Bali di Legian-Kuta. Kebetulan Tugu ini tidak jauh jaraknya dari Harper Kuta, hotel berbintang empat yang  berada di jalan Legian 73 – Kuta, sekitar 0.12 km, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Selain itu Harper Kuta juga tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai Int'l, y…

Blogger Mengenal JKN Part 2

Kalau minggu lalu saya udah posting tentang Apa Itu JKN? (Jaminan Kesehatan Nasional) di Blogger Mengenal JKN Part 1. Sekarang saya mau cerita tentang pembuatan JKN di BPJS kesehatan dan Fasilitas Kesehatan disingkat Faskes yang bisa menerima kartu JKN.

Setelah semalam saya dan teman-teman blogger mencharge ilmu dari Ira Koesno tentang Public Speaking, paginya kami bersiap-siap untuk segera kunjungan ke kantor BPJS Kesehatan setempat. Kami terbagi menjadi 2 grup dan saya masuk ke grup 2.